• Sabtu, 18 April 2026

DLH Surabaya Investigasi Fenomena Ikan Mabuk di Sungai Kalimas Akibat Penurunan Kadar Oksigen Terlarut

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Jumat, 31 Oktober 2025 | 07:10 WIB
Fenomena Ikan Mabuk di Kalimas, DLH Surabaya Temukan Kadar DO di Bawah Standar Aman (Foto: surabaya.go.id)
Fenomena Ikan Mabuk di Kalimas, DLH Surabaya Temukan Kadar DO di Bawah Standar Aman (Foto: surabaya.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bergerak cepat menindaklanjuti kemunculan ikan-ikan yang tampak stres di saluran Banyu Urip dan Sungai Kalimas.

Fenomena tersebut menjadi perhatian serius karena dapat menandakan terganggunya keseimbangan ekosistem perairan di wilayah tersebut.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kota Surabaya, Langkah awal yang dilakukan adalah dengan menerjunkan Tim Penegakan Hukum Lingkungan Hidup (PPKLH) DLH Kota Surabaya untuk melakukan pengukuran terhadap berbagai parameter kualitas air.

Baca Juga: Tak Sesuai Jargon Iklan, Aqua Disidak Dedi Mulyadi: Sumber Air Ternyata dari Sumur Bor 132 Meter!

Pemeriksaan ini meliputi kadar oksigen terlarut atau DO (Dissolved Oxygen), tingkat keasaman air atau pH, total padatan terlarut atau TDS (Total Dissolved Solids), serta suhu air di lokasi kejadian.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Dedik Irianto, membenarkan bahwa fenomena ikan yang terlihat “mabuk” atau stres sering kali terjadi saat pergantian musim.

Menurutnya, perubahan kualitas air yang terjadi secara mendadak dapat memengaruhi kondisi lingkungan perairan dan menimbulkan reaksi pada makhluk hidup di dalamnya.

Baca Juga: Prabowo Sambut Presiden Brasil Lula da Silva di Istana Merdeka, Ungkap Kekaguman dan Persamaan Unik

“Kuat dugaan penyebab kejadian ini adalah penurunan drastis kadar oksigen terlarut (DO) dalam air sungai,” terang Dedik, Rabu (29/10/2025).

Dedik menambahkan, hasil pemeriksaan laboratorium yang dilakukan oleh DLH Kota Surabaya menunjukkan bahwa kadar DO di Sungai Kalimas hanya mencapai 1,5. Padahal, standar kadar oksigen terlarut yang ideal bagi sungai berada pada angka minimal 3.

“Kami sudah melakukan uji laboratorium dan hasilnya kadar DO-nya sangat rendah,” imbuhnya.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Tolak Bahas Perbedaan Data Dana Pemda, Tegaskan Cukup Gunakan Data BI

Temuan ini menjadi dasar bagi DLH untuk terus melakukan pemantauan berkala terhadap kualitas air di Sungai Kalimas dan saluran Banyu Urip.

Dedik menegaskan, pihaknya juga tengah menyiapkan langkah-langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut terhadap ekosistem sungai.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: Surabaya.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X