WartaJatim.CO.ID - Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bergerak cepat menindaklanjuti kemunculan ikan-ikan yang tampak stres di saluran Banyu Urip dan Sungai Kalimas.
Fenomena tersebut menjadi perhatian serius karena dapat menandakan terganggunya keseimbangan ekosistem perairan di wilayah tersebut.
Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kota Surabaya, Langkah awal yang dilakukan adalah dengan menerjunkan Tim Penegakan Hukum Lingkungan Hidup (PPKLH) DLH Kota Surabaya untuk melakukan pengukuran terhadap berbagai parameter kualitas air.
Baca Juga: Tak Sesuai Jargon Iklan, Aqua Disidak Dedi Mulyadi: Sumber Air Ternyata dari Sumur Bor 132 Meter!
Pemeriksaan ini meliputi kadar oksigen terlarut atau DO (Dissolved Oxygen), tingkat keasaman air atau pH, total padatan terlarut atau TDS (Total Dissolved Solids), serta suhu air di lokasi kejadian.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Dedik Irianto, membenarkan bahwa fenomena ikan yang terlihat “mabuk” atau stres sering kali terjadi saat pergantian musim.
Menurutnya, perubahan kualitas air yang terjadi secara mendadak dapat memengaruhi kondisi lingkungan perairan dan menimbulkan reaksi pada makhluk hidup di dalamnya.
Baca Juga: Prabowo Sambut Presiden Brasil Lula da Silva di Istana Merdeka, Ungkap Kekaguman dan Persamaan Unik
“Kuat dugaan penyebab kejadian ini adalah penurunan drastis kadar oksigen terlarut (DO) dalam air sungai,” terang Dedik, Rabu (29/10/2025).
Dedik menambahkan, hasil pemeriksaan laboratorium yang dilakukan oleh DLH Kota Surabaya menunjukkan bahwa kadar DO di Sungai Kalimas hanya mencapai 1,5. Padahal, standar kadar oksigen terlarut yang ideal bagi sungai berada pada angka minimal 3.
“Kami sudah melakukan uji laboratorium dan hasilnya kadar DO-nya sangat rendah,” imbuhnya.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Tolak Bahas Perbedaan Data Dana Pemda, Tegaskan Cukup Gunakan Data BI
Temuan ini menjadi dasar bagi DLH untuk terus melakukan pemantauan berkala terhadap kualitas air di Sungai Kalimas dan saluran Banyu Urip.
Dedik menegaskan, pihaknya juga tengah menyiapkan langkah-langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut terhadap ekosistem sungai.
Artikel Terkait
Diduga Hipertensi, Petugas DLH Surabaya Mendadak Meninggal Di Pinggir Jalan
Pemkot Surabaya Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-97, Armuji Dorong Generasi Muda Jadikan Ilmu dan Kejujuran sebagai Senjata Perjuangan
Pemkot Surabaya Tegaskan Larangan Promosi Minuman Beralkohol dan Ingatkan Pengusaha untuk Perketat Pengawasan Sesuai Perda Nomor 1 Tahun 2023
Wamen PU Ajak Daerah Wujudkan Kota Berkelanjutan Lewat Transisi Energi Bangunan Hijau di Surabaya
Disambangi SMA Muhammadiyah 10 Surabaya, Legislator Puguh Wiji Pamungkas Dorong Pelajar Kuasai Literasi Politik Sejak Dini