"Biasanya, mungkin hanya tahu nasi, tapi belum tahu kalau asalnya dari padi atau mereka bisa melihat langsung ayam bertelur dan mengambil telurnya sendiri. Jadi, lebih menekankan edukasi tentang kesehatan dan manfaat bahan pangan bagi tubuh," jelasnya.
Peringatan HAN tahun ini juga menegaskan pentingnya pemenuhan hak anak secara menyeluruh.
Hak tersebut meliputi mendapatkan pendidikan, kesehatan, pengasuhan yang baik, serta administrasi kependudukan.
"Kegiatan yang kami lakukan merupakan bagian kecil dari pemenuhan hak anak dari sisi kesehatan,” tegas Ida Widayati.
Selain edukasi pada anak, Pemkot Surabaya juga menekankan peran vital orang tua dalam pengasuhan dan pengawasan anak-anak mereka.
Hal ini termasuk penerapan Surat Edaran (SE) jam malam yang bertujuan memberikan perlindungan agar anak-anak dapat tumbuh dengan baik dan tidak terpengaruh oleh lingkungan negatif.
"Sebetulnya, peringatan Hari Anak bisa diawali dari berlakunya SE jam malam. Pemerintah kota menginginkan orang tua memberikan pengasuhan dan perlindungan kepada anaknya agar tumbuh kembang mereka baik, tidak terpengaruh lingkungan buruk," imbuh Ida.
Baca Juga: Begini Perjuangan Prof. Rommy dari Universitas Ma Chung untuk Permudah Hidup Penyandang Disabilitas
Rangkaian acara peringatan Hari Anak Nasional ini akan berlangsung hingga bulan Agustus mendatang.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kasih sayang Pemkot Surabaya sekaligus mengedukasi masyarakat, terutama orang tua, untuk berperan aktif dalam mendukung tumbuh kembang anak yang sehat dan berkualitas. (gha)