Meski demikian, Pemerintah Kota Surabaya tidak hanya fokus pada legalitas bangunan. Eri menjelaskan bahwa pihaknya akan berkolaborasi dengan ITS untuk menilai kekuatan struktur bangunan pondok pesantren agar keamanan para santri dapat terjamin.
“Kita akan membentuk tim dengan ITS, kita akan bergerak dengan tim ITS, karena saya juga Ketua Ikatan Alumni (IKA) ITS. Nanti kita akan membentuk tim, dari IMB yang sudah ada, kan sudah lama, maka kita akan hitung kekuatannya,” jelasnya.
Tim tersebut nantinya akan melakukan pengecekan secara menyeluruh terhadap kondisi fisik bangunan pondok pesantren.
Pemeriksaan akan difokuskan pada bagian-bagian penting bangunan seperti kolom, pondasi, dan struktur utama untuk memastikan ketahanan bangunan terhadap beban maupun usia pemakaian.
“Kekuatan-kekuatan itu kita akan tembak, maka apakah perlu pertambahan struktur, atau kalau kolomnya ternyata kurang, apakah bisa kita suntik, atau kita tambahkan kolom,” ujarnya.
Eri juga menargetkan pembentukan tim teknis bersama ITS akan dilakukan dalam waktu dekat. Ia berharap proses pemeriksaan bisa segera dimulai agar kondisi bangunan pondok dapat diketahui dengan pasti.
“Kita akan secepatnya, di dalam minggu ini kita bentuk tim, di minggu depan kita sudah bergerak untuk memastikan kekuatan-kekuatan pondok yang ada di Kota Surabaya," katanya.
Baca Juga: Kasus Narkoba Ammar Zoni Terkuak, Diduga Jadi Pengedar di Dalam Lapas Sejak Januari 2025
Lebih lanjut, Eri menjelaskan bahwa kewenangan operasional pondok pesantren berada di bawah Kemenag, bukan di bawah Pemerintah Kota Surabaya.
Meskipun begitu, pihaknya tetap berupaya membantu memastikan seluruh pondok yang ada tetap aman dan layak digunakan oleh para santri.
“Pondok operasionalnya ada di Kemenag, bukan di pemerintah kota, jadi kita nggak pernah tahu. Tapi data yang diberikan Kemenag, 117 pondok itu Alhamdulillah semuanya ada IMB-nya, tapi kami akan memastikan kekuatannya,” jelasnya.
Eri berharap langkah ini dapat menjawab keraguan publik terkait legalitas dan keamanan bangunan pondok pesantren di Surabaya.