WartaJatim.co.id – Di balik tren pottery class yang kekinian dan desain keramik modern, masih ada pekerjaan rumah besar yang harus dibenahi.
Terungkap ketika Mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Universitas Negeri Malang (UM) melakukan observasi terhadap UMKM Yan’s Keramik di sentra industri Kampung Keramik Dinoyo, Kota Malang.
Kegiatan ini bertujuan untuk memahami kondisi riil pengelolaan usaha, mulai dari aspek produksi, pemasaran, hingga keuangan.
Observasi dilakukan pada 24 Februari dan 3 Maret 2026 sebagai bagian dari mata kuliah Pengembangan Wawasan Manajerial.
Baca Juga: Viral Balasan Admin MBG di Pringsewu, Komplain Ayam Berbulu Dibalas Candaan
Dua mahasiswa yang terlibat, Auramila Divana Esfandiari dan Bilqis Nabila Istiqlaliani, melakukan pengamatan langsung di bawah bimbingan Prof. Dr. Agung Winarno, M.M dan Dr. Agus Hermawan.
Yan’s Keramik dipilih karena dinilai memiliki diferensiasi dibanding pelaku usaha lain di kawasan tersebut.
Produk yang ditawarkan lebih variatif dengan desain modern, serta adanya inovasi berupa pottery class bernama Lokakaryans yang menyasar generasi muda.
Program ini tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga mendukung pemasaran produk secara langsung.
Baca Juga: Viral WNA Diduga Ancam Keluarga di Bali, Berawal dari Tuduhan Jam Tangan Hilang
Meski demikian, hasil observasi menunjukkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi. Dari sisi keuangan, pencatatan masih dilakukan secara sederhana dan belum terstruktur.
“Selama ini kita pakai dana pribadi untuk jalanin usaha. Catatannya masih sebatas nota-nota penjualan. Belum ada pembukuan rapi, apalagi memisahkan antara uang usaha dan uang pribadi,” ujar Amalia Indah, Founder Yan’s Keramik.
Kondisi tersebut membuat pemilik usaha kesulitan memantau arus kas dan menghitung keuntungan secara pasti.