• Sabtu, 18 April 2026

Pengungsi Pelajar di Jakarta Timur Mengadu ke Mensos: Peralatan Sekolah dan Seragam Terendam Banjir

Photo Author
Baharudin Gia, Wartajatim.co.id
- Kamis, 6 Maret 2025 | 11:00 WIB
Rombongan Mensos Gus Ipul (kiri) dan Kadinsos DKI Jakarta Premi Lasari (kanan) saat mengunjungi korban banjir di Jaktim. (Instagram/kemensosri)
Rombongan Mensos Gus Ipul (kiri) dan Kadinsos DKI Jakarta Premi Lasari (kanan) saat mengunjungi korban banjir di Jaktim. (Instagram/kemensosri)

WartaJatim.CO.ID - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, bersama Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo, mengunjungi posko pengungsian korban banjir di Jakarta Timur pada malam hari Rabu, 5 Maret 2025.

Kunjungan ini bertujuan untuk mendengarkan keluhan para pengungsi dan memastikan bahwa mereka mendapatkan bantuan yang memadai sesuai arahan dari Presiden.

Dalam pernyataannya, Saifullah menyebutkan bahwa lebih dari 25 ribu jiwa di DKI Jakarta terdampak banjir yang melanda 122 RT di empat kota.

Baca Juga: Buntut Pengadaan GKM 200.000 Ton, Tom Lembong Didakwa Rugikan Negara Rp578 Miliar dalam Skandal Korupsi Gula

"Dari catatan yang saya terima, ada sekitar 25 ribu jiwa lebih di DKI Jakarta yang menjadi bagian dari mereka yang terdampak adanya banjir," ungkapnya.

Berdasarkan informasi resmi dari Instagram Kemensos RI, hingga Rabu malam, terdapat 221 jiwa yang mengungsi di Universitas Binawan, sementara di Wisma Tanah Air tercatat sekitar 199 jiwa.

Banyak dari mereka yang masih bertahan di lokasi pengungsian karena rumah mereka tidak layak huni akibat banjir.

Baca Juga: Update Terbaru Skandal Impor Gula Tom Lembong: Jaksa Temukan Kerja Sama Koperasi TNI-Polri dengan 8 Perusahaan Gula Rafinasi

Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul, sapaan akrab Mensos, menyerahkan bantuan secara simbolik kepada para korban banjir.

Ia juga meminta petugas untuk mencatat kebutuhan agar bantuan dapat disalurkan secara merata. Selain mendengarkan keluhan mengenai kerusakan rumah, Gus Ipul menerima pengaduan dari pelajar yang terpaksa mengungsi.

Para pelajar tersebut mengungkapkan kebutuhan mendesak akan peralatan sekolah dan seragam, yang semuanya terendam air.

Baca Juga: Tom Lembong Dituduh Pilih Koperasi TNI-Polri untuk Kendalikan Harga Gula, Bukan BUMN

"Pak, kita anak sekolah membutuhkan baju seragam sekolah karena kan banyak anak sekolah yang seragamnya kebanjiran, dari SMP, SMA, dan SMK, pak," kata salah satu pelajar yang mengungsi di Wisma Tanah Air.

“Sepatu, seragam, buku, tas pada kena semua, pak,” tambahnya. Menanggapi hal ini, Gus Ipul menyatakan bahwa buku, tas, dan seragam merupakan prioritas yang harus segera ditangani.

Gus Ipul juga mengungkapkan bahwa Kadinsos DKI Jakarta, Premi Lasari, telah memberikan arahan untuk mendaftar kebutuhan anak-anak sekolah yang terdampak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Baharudin Gia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X