"MBG tetap berjalan, menunya disesuaikan untuk berbuka (takjil), seperti makanan kering yang lebih tahan lama," ujarnya.
Untuk mendukung kelancaran program ini, BGN juga menerapkan sistem kemasan baru berupa kantong yang dapat dikembalikan.
Baca Juga: KPK Bongkar Dugaan Pemangkasan MBG, Desak Pemerintah Perketat Pengawasan!
Kantong ini awalnya diuji coba di Sukabumi, Jawa Barat, dan kini mulai diterapkan lebih luas.
"Besoknya kantongnya harus dibawa kembali, ditukar dengan kantong yang isi sehingga tidak menimbulkan sampah," kata Dadan.
Menurutnya, kebijakan ini bertujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan serta melatih kedisiplinan siswa dalam mengelola makanan yang mereka terima.
Baca Juga: Heboh! KPK Periksa Anggaran MBG, BGN Siap Kembalikan Dana Jika Terbukti Ada Kelebihan
Meski sempat menuai kritik, BGN menegaskan bahwa program MBG selama Ramadan telah melalui uji coba dan evaluasi untuk memastikan kebutuhan gizi anak-anak tetap terpenuhi.
"(Untuk kesiapan pembagian MBG saat Ramadan) kami sudah siap," kata Dadan.
"Iya berbasis pengalaman tahun 2024 dan juga uji coba dalam pekan terakhir ini," tambahnya.
(***)
Artikel Terkait
Tanggapan Kepala BGN Terhadap Kasus Keracunan Makanan MBG, Posting Video Proses Memasak di Sosmed
Bocor! KPK Endus Dugaan ‘Pilih Kasih’ di Dapur MBG, Ada yang Diuntungkan?
Heboh! KPK Periksa Anggaran MBG, BGN Siap Kembalikan Dana Jika Terbukti Ada Kelebihan
KPK Bongkar Dugaan Pemangkasan MBG, Desak Pemerintah Perketat Pengawasan!
Ganti Menu MBG Saat Ramadan! Kepala BGN: “Agar Makanan Tidak Basi Sampai Sore”