• Sabtu, 18 April 2026

Setelah Diperiksa Polisi, Codeblu Akhirnya Ngaku: Saya Terlalu Banyak Salah!

Photo Author
Baharudin Gia, Wartajatim.co.id
- Kamis, 13 Maret 2025 | 06:45 WIB
Potret food vlogger kenamaan Tanah Air, William Anderson alias Codeblu. (Instagram.com/@codebluuuu)
Potret food vlogger kenamaan Tanah Air, William Anderson alias Codeblu. (Instagram.com/@codebluuuu)

WartaJatim.CO.ID - Food vlogger ternama, William Anderson alias Codeblu, kembali menjadi sorotan setelah diperiksa polisi terkait dugaan pemerasan terhadap manajemen sebuah toko roti.

Pemeriksaan ini dilakukan oleh Polres Metro Jakarta Selatan pada Rabu, 12 Maret 2025, sebagai tindak lanjut atas laporan yang diajukan pihak toko roti pada November 2024 lalu.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo, membenarkan bahwa Codeblu telah dimintai keterangan dalam kasus tersebut.

Baca Juga: Prabowo Murka! Kasus MinyaKita Bikin Rakyat Menderita, Tak Ada yang Kebal Hukum!

"Benar, yang bersangkutan kami periksa," ujar Ardian dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 12 Maret 2025.

Klarifikasi Codeblu: Hanya Penawaran, Bukan Pemerasan

Di sisi lain, Codeblu membantah tuduhan pemerasan yang diarahkan kepadanya. Menurutnya, apa yang terjadi hanyalah penawaran kerja sama profesional, bukan bentuk pemaksaan.

"Saya sebagai content creator tidak pernah ada pemerasan. Itu hanya penawaran kerja sama, simpel sebenarnya," ungkap Codeblu kepada awak media di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa, 11 Maret 2025.

Ia menjelaskan bahwa dalam tawaran tersebut, ia menawarkan lima tahap kerja kepada toko roti terkait, dengan imbalan sebesar Rp350 juta.

Baca Juga: Won Bin Dikabarkan Bayar Utang 700 Juta Won Kim Sae-ron, Warganet Percaya Usai Lihat Sikapnya di Pemakaman

"Ada lima tahap kerja yang akan gue lakukan untuk pihak mereka, lalu gue meminta imbalan fee sebesar Rp350 juta, dan gue akan posting sebanyak delapan konten," terang Codeblu.

Codeblu Siap Bertanggung Jawab dan Introspeksi Diri

Meski menolak tudingan pemerasan, Codeblu mengaku siap menerima konsekuensi dari perbuatannya. Ia menyebut kasus ini sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk menjadi lebih baik.

"Setelah kejadian tahun 2024 ini, saya merasa kinerja saya harus diperbaiki, terlalu banyak yang salah," ujarnya.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Targetkan Penghapusan Parkir Liar di Tahun 2025 Melalui Inovasi dan Kerjasama

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dirinya akan mengikuti seluruh proses hukum yang sedang berlangsung.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bridgeta Elisa Putri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X