"Pada periode 4-15 Desember 2024, menjelang pemecatan Bapak Jokowi oleh DPP PDI Perjuangan, saya menerima tekanan dari seseorang yang mengaku sebagai utusan pejabat negara." ujar Hasto.
Baca Juga: Ironis! Bandara Mewah di Blora yang Diresmikan Jokowi pada 2021 Kini Sepi Tanpa Aktivitas!
"Orang itu meminta saya untuk mundur dari posisi Sekjen PDIP dan tidak melanjutkan pemecatan Jokowi, jika tidak, saya akan ditersangkakan," bebernya.
Pengakuan ini sontak memicu berbagai spekulasi dan perdebatan di ruang publik.
Banyak pihak menilai bahwa tuduhan ini menambah kompleksitas relasi politik antara PDIP dan pemerintahan saat ini.
Baca Juga: Jokowi Puji Kinerja Prabowo, Rakyat Indonesia Akan Nikmati Hasilnya!
Pernyataan Hasto mengenai ancaman yang diterimanya memunculkan reaksi beragam dari berbagai kalangan.
Sejumlah pengamat politik menilai bahwa kasus ini menunjukkan adanya ketegangan yang semakin meruncing di internal PDIP dan antara partai berlambang banteng tersebut dengan pemerintahan Jokowi.
Di sisi lain, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum memberikan pernyataan resmi terkait tudingan bahwa kasus Harun Masiku digunakan sebagai alat politik.
***
Artikel Terkait
Bertemu Prabowo, Jokowi Tegaskan Hanya Bahas Mantenan, Bukan Politik!
Strategi Jokowi Temui Sri Sultan,Saat Megawati dan Presiden Prabowo Dikabarkan Akan Silaturahmi
Riwayat Pendidikan Rudi Valinka Buzzer Jokowi: Belum Pernah Lulus Pendidikan di Jurusan Komunikasi
Jokowi Dukung Rencana Pertemuan Prabowo dan Megawati, Sebut Ini Langkah Bagus untuk Indonesia!
Jokowi Puji Kinerja Prabowo, Rakyat Indonesia Akan Nikmati Hasilnya!
Ironis! Bandara Mewah di Blora yang Diresmikan Jokowi pada 2021 Kini Sepi Tanpa Aktivitas!