• Sabtu, 18 April 2026

Gubernur Dedi Mulyadi Dikritik Remaja: Kontroversi Larangan Wisuda SMA di Jawa Barat

Photo Author
Bridgeta Elisa Putri, Wartajatim.co.id
- Senin, 28 April 2025 | 16:17 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (kiri) dan remaja yang pernah dibelikan sepatu hingga tas baru untuk sekolah oleh sang Gubernur Jabar (kanan). (YouTube.com/DediMulyadiChannel)
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (kiri) dan remaja yang pernah dibelikan sepatu hingga tas baru untuk sekolah oleh sang Gubernur Jabar (kanan). (YouTube.com/DediMulyadiChannel)

Dalam video yang diunggah di kanal YouTube-nya, Dedi tampak menyediakan berbagai keperluan sekolah untuk remaja tersebut sebagai apresiasi atas kerja kerasnya.

Baca Juga: Puguh DPRD Jatim Sambut Baik Surat Edaran Dinas Pendidikan Terkait Peniadaan Wisuda

"Ayo ikut beli keperluan sekolah kamu, kalau anak yang datang saya turuti segala keinginannya, kalau nakal saya tegas mendidiknya," ujar Dedi saat itu, menunjukkan kepeduliannya terhadap akses pendidikan bagi anak-anak kurang mampu.

Kontradiksi antara dukungan Dedi terhadap pendidikan bagi anak kurang mampu dan kebijakannya melarang wisuda menimbulkan pertanyaan tentang konsistensi dalam mendukung dunia pendidikan.

Di satu sisi, Dedi mendukung akses pendidikan bagi yang kurang mampu, namun di sisi lain, ia membatasi perayaan keberhasilan pendidikan yang dianggap penting oleh banyak siswa dan orangtua.

Kebijakan kontroversial ini menjadi cerminan dilema dalam sistem pendidikan Indonesia, di mana keseimbangan antara efisiensi anggaran dan apresiasi terhadap pencapaian akademik terus menjadi perdebatan.

Baca Juga: Biaya Wisuda Sekolah TK hingga SMA yang Menguras Dompet: Perayaan atau Pamer?

Sementara beberapa pihak mendukung penghematan biaya pendidikan, yang lain menekankan pentingnya ritual dan perayaan sebagai bagian dari pengalaman pendidikan yang holistik.

Kritik dari remaja AC terhadap Gubernur Dedi Mulyadi ini menjadi pengingat bahwa kebijakan pendidikan seharusnya tidak hanya mempertimbangkan faktor ekonomi, tetapi juga aspek sosial dan psikologis yang penting bagi perkembangan siswa. (SAZ)

 

Sumber: Youtube Dedi Mulyadi

 

Penulis: Sabrina Zainita

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bridgeta Elisa Putri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X