Sebagai solusi, ia mendorong kebijakan seperti relaksasi pajak, penyederhanaan perizinan usaha, subsidi bahan baku, serta pengaturan pengupahan yang lebih adil agar industri tetap hidup dan tidak perlu melakukan PHK besar-besaran.
“Jawa Timur ini punya 42 juta penduduk. Jika gelombang PHK tidak ditangani, maka jumlah masyarakat yang masuk kategori miskin dan rentan miskin bisa melonjak drastis. Ini harus jadi perhatian serius pemerintah,” pungkasnya.
(***)
Artikel Terkait
PHK Massal di Indonesia: Dampaknya pada Masyarakat dan Sektor Industri
Dampak Kontroversi Kim Soo-hyun: Gold Medalist Terpaksa Hentikan Kontrak, PHK Mungkin Terjadi!
May Day 2025, Prabowo Hadirkan Satgas PHK dan Dewan Kesejahteraan untuk Buruh
Legislator Jatim Puguh Wiji Pamungkas Dengar Suara Ulama yang Tolak Uji Coba Vaksin TBC M72: Desak Pemerintah Bersikap Transparan
Raih Predikat Cum Laude, Puguh Wiji Pamungkas Resmi Sandang Gelar Doktor Usai Kaji Politik Identitas
Rayakan Iduladha 1446 H, Puguh Wiji Pamungkas Sumbang 3 Sapi dan 15 Kambing untuk Kurban
PKS Jatim Kurban 2.379 Hewan, Puguh Wiji Pamungkas Sebut Iduladha Dorong Perputaran Roda Ekonomi