“Saya masih banyak kekurangan. Saya akan mendengarkan segala masukan,” katanya.
Ia pun menutup pernyataannya dengan komitmen untuk terus membangun Kabupaten Pati. “Saya tetap konsisten untuk pembangunan Kabupaten Pati. Mohon dukungan selalu,” pungkasnya.
Langkah Bupati Pati yang terbuka untuk evaluasi ini diharapkan mampu meredam ketegangan antara pemerintah daerah dan masyarakat serta menjadi titik awal perbaikan dalam tata kelola kebijakan pajak di daerah tersebut.
(FN)
Artikel Terkait
DPRD Kota Malang Resmi Setujui Ranperda Pajak dan Retribusi Daerah dengan Ambang Batas Omzet Rp15 Juta untuk Usaha
Pemerintah Kabupaten Jombang Perkuat Kolaborasi PPAT dan Kepala Desa untuk Optimalisasi Pajak Daerah dan Kebijakan Pro-Rakyat
Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor 2025 di Lumajang, Solusi Efektif Dukung Ekonomi dan Tertib Administrasi
Menpora Soal Pajak Padel: “Ada Potensi Ekonomi, Pemerintah Wajar Tarik Kontribusi”
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Bersama BPK Jawa Timur Lakukan Supervisi Inspektorat untuk Tingkatkan Akuntabilitas
Bupati Gresik Tegaskan Komitmen Penguatan SPIP untuk Tata Kelola Keuangan Daerah yang Akuntabel dan Transparan