“Tanya saja ke Bank Sentral. Itu data dari sana. Kemungkinan besar anak buahnya juga ngibulin dia, karena itu laporan dari perbankan,” ujar Purbaya kepada awak media di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 21 Oktober 2025.
Purbaya juga menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah menyebut secara eksplisit bahwa dana APBD mengendap itu berasal dari Jawa Barat.
“Saya enggak pernah sebut data Jabar. Kalau mau periksa, ya periksa saja sendiri di sistem monitoring BI,” tegasnya.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Sentil Daerah Soal APBD Tak Terserap, Minta Kurangi Ketimpangan Ekonomi Jawa Sentris
Pernyataan saling bantah ini pun menjadi perdebatan publik di media sosial, dengan banyak pihak mendesak agar pemerintah pusat dan daerah membuka data keuangan secara transparan.
Publik kini menantikan pembuktian faktual apakah benar dana APBD Jabar senilai Rp4,17 triliun tersebut benar-benar mengendap di bank atau hanya sekadar tudingan sepihak.
(FN)
Artikel Terkait
Ramai Disinggung Prabowo soal Giant Sea Wall, Pemprov DKI Nyatakan Patuh dan Siap Patungan APBD
DPRD Kota Malang Gelar Rapat Paripurna Bahas Pertanggungjawaban APBD 2024 dan Tantangan Pendapatan Daerah
Perubahan APBD Kabupaten Lumajang Tahun 2025 Sinkronisasi Visi Misi Bupati Terpilih untuk Pembangunan Prioritas
Resepsi Anak Gubernur Jabar Ricuh, 3 Meninggal Dunia Termasuk Polisi: Dedi Mulyadi Minta Maaf
Dedi Mulyadi Larang Study Tour! Sebut Sekolah Jadi Alat Ekonomi, Bukan Edukasi
APBD Naik, Rakyat Diminta Donasi? Gerakan Donasi Seribu Rupiah Jawa Barat Jadi Sorotan Tajam Warga dan Pengamat