• Sabtu, 18 April 2026

Komisi Reformasi Polri Umumkan Tambahan Anggota Perempuan, Jimly Ungkap Identitasnya Masih Disembunyikan Presiden

Photo Author
Novi Embun Tristiani, Wartajatim.co.id
- Sabtu, 15 November 2025 | 09:58 WIB
Komisi Percepatan Reformasi Polri akan menambah anggota baru dalam tim. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)  (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
Komisi Percepatan Reformasi Polri akan menambah anggota baru dalam tim. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden) (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

wartajatim.CO.ID Komisi Percepatan Reformasi Polri mulai bergerak cepat setelah menggelar rapat perdana di Mabes Polri, Jakarta, pada Senin, 10 November 2025.

Dalam pertemuan awal tersebut, Ketua Komisi, Jimly Asshiddiqie, mengumumkan langkah penting yang segera diambil, yakni penambahan satu anggota perempuan sebagai pelengkap formasi tim.

Jimly menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang meminta adanya keterwakilan perempuan dalam tubuh Komisi Reformasi Polri.

Baca Juga: Puguh Legislator Jatim Jelaskan Filosofi Wayang Kulit di HUT Pemprov Jawa Timur: Merawat Indonesia

Menurutnya, sosok perempuan yang dipilih sudah ditetapkan, namun identitasnya masih akan dirahasiakan hingga keputusan final ditandatangani Presiden.

“Insya Allah mungkin minggu depan atau apa akan ada tambahan satu orang ya, ibu-ibu. Belum saya sebut namanya,” ujar Jimly dalam konferensi pers.

Ia menambahkan bahwa penambahan ini menjadi upaya antisipasi sebelum muncul kritik dari kelompok perempuan. “Iya, idenya dari Presiden. Namanya sudah ada, tinggal diteken,” lanjutnya.

Baca Juga: Yusril Beberkan Nasib Komisi Reformasi Polri, Ternyata Semua Tunggu Keputusan Presiden Prabowo

Dengan masuknya anggota perempuan tersebut, struktur Komisi Reformasi Polri akan berjumlah 11 orang, melengkapi sepuluh tokoh yang sebelumnya telah dilantik, seperti Yusril Ihza Mahendra, Otto Hasibuan, Tito Karnavian, Mahfud MD, dan Listyo Sigit Prabowo.

Kerja Maraton Selama Tiga Bulan

Dalam kesempatan yang sama, Jimly menegaskan bahwa komisi ini akan bekerja intensif selama tiga bulan ke depan.

Tim sepakat menjalankan rapat rutin setiap minggu untuk menyusun rekomendasi kebijakan yang nantinya diserahkan langsung kepada Presiden.

“Kami sudah sepakat seminggu sekali mengadakan rapat rutin. Selama tiga bulan, kita berharap semua rekomendasi bisa selesai dan siap disampaikan kepada Presiden,” katanya.

Baca Juga: Canggih! Robot Pintar Polri Muncul di HUT Bhayangkara, Prabowo Disambut Hormat dan Aksi Deteksi Bom

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novi Embun Tristiani

Sumber: promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X