Selain rapat internal, komisi juga menyiapkan rangkaian public hearing agar dapat mendengar langsung masukan dari masyarakat.
Public hearing akan digelar setiap pekan, dengan menghadirkan berbagai kelompok seperti akademisi, mahasiswa, BEM kampus, organisasi masyarakat, dan jaringan LSM.
Jimly menyebut forum-forum tersebut penting untuk memetakan persoalan secara langsung dari sumbernya. "Public hearing ini kami manfaatkan untuk belanja masalah dan mendengarkan aspirasi dari berbagai kalangan," jelasnya.
Baca Juga: Legislator Puguh Jatim Dorong Kemandirian Pangan, Tinjau Pelatihan Hidroponik di Pakisjajar
Tak Libatkan Partai Politik
Salah satu keputusan tegas yang diumumkan adalah bahwa komisi tidak akan mengundang partai politik dalam public hearing.
Menurut Jimly, keterlibatan parpol baru diperlukan ketika proses pembahasan undang-undang berlangsung di DPR.
“Kita nggak akan mengundang partai. Itu urusan mereka ketika membahas aturan di DPR,” ujarnya.
Komisi Reformasi Polri telah resmi dibentuk dan dilantik oleh Presiden Prabowo pada 7 November 2025 di Istana Kepresidenan.
Melalui tim ini, pemerintah berharap proses reformasi Polri berjalan lebih cepat, terstruktur, dan berorientasi pada kebutuhan publik.
(FN)
Artikel Terkait
Yusril Beberkan Nasib Komisi Reformasi Polri, Ternyata Semua Tunggu Keputusan Presiden Prabowo
Djamari Chaniago Beberkan Pesan Presiden Prabowo Usai Dilantik Jadi Menko Polkam: “Gunakan Sisa Umur untuk Negara”
Presiden Prabowo Siapkan 4 Langkah Besar Pendidikan: dari Dana Korupsi untuk LPDP hingga Buku untuk Anak Sekolah
Presiden Prabowo Subianto Instruksikan Perpanjangan Jalur Kereta Cepat Whoosh hingga Banyuwangi untuk Perkuat Konektivitas Jawa Timur
Presiden Prabowo Dorong UMKM Beralih ke Produk Lokal Usai Larangan Thrifting Diberlakukan
Setelah Dua Dekade Polemik, Soeharto Resmi Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo