Dengan kondisinya yang mulai membaik, polisi menunggu waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan mendalam. Penyidik memeriksa kemungkinan adanya pengaruh ideologi tertentu, paparan konten daring, atau individu lain yang mungkin memengaruhi tindakan tersebut.
Pemeriksaan terhadap jejak digital pelaku, pergaulan, hingga kondisi psikologisnya kini menjadi bagian dari rangkaian penyelidikan. Listyo menekankan bahwa meski baru satu pelaku yang teridentifikasi, kepolisian tidak menutup kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
Baca Juga: Tragedi SMAN 72 Jadi Sorotan, Pakar Usul 'Self Policing' Jadi Kurikulum Wajib TK & SD Cegah Bullying
Tim gabungan dari kepolisian, Densus 88, dan forensik sedang bekerja untuk menelusuri barang bukti dari lokasi kejadian, termasuk perangkat atau komponen yang diduga dirakit sendiri.
Penyelidikan yang berlangsung paralel dengan kebijakan Disdik menunjukkan upaya simultan pemerintah dalam memulihkan rasa aman di lingkungan pendidikan.
Dengan meningkatnya kewaspadaan di sekolah dan proses hukum yang terus berjalan, harapannya lingkungan belajar di Jakarta dapat kembali stabil dan memberikan ketenangan bagi seluruh siswa dan orang tua.
(SW)