WartaJatim.CO.ID - Ratusan ton beras di gudang Bulog Maluku Utara ditemukan nyaris tak layak konsumsi. Temuan 1.200 ton beras rusak ini diungkap oleh Komisi IV DPR RI dalam inspeksi mendadak (sidak) di Gudang Bulog Tabahawa pada 23 September 2025.
Beras yang semestinya disalurkan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) itu kini berubah warna dan berpotensi tak layak makan. Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengungkapkan kekhawatirannya atas kondisi stok yang sudah berumur lebih dari setahun.
“Yang ada di sini ada beras yang sudah setahun lebih, warnanya abu-abu. Masuknya Mei 2024, masih ada 1.200 ton. Saya rasa kalau SPHP dapatnya seperti ini, nggak layak,” ujarnya di lokasi sidak.
Titiek juga menyoroti lambannya distribusi cadangan beras pemerintah (CBP) yang seharusnya segera disalurkan. “Dari bulan Februari saya sudah minta ini dikeluarkan. Kita mewakili rakyat kesel juga kayak begini,” tegasnya.
Menanggapi hal itu, Direktur Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah penanganan dengan melakukan reprocessing terhadap stok beras rusak tersebut.
“Kami akan reprocessing, kami bersihkan, kami cuci ulang,” ujar Ahmad Rizal di kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis, 2 Oktober 2025.
Baca Juga: Mentan Amran Ancam Tindak Tegas 212 Produsen Beras Curang, Petani Tak Lagi Jadi Korban Pasar Nakal
Ia menjelaskan, uji laboratorium akan dilakukan untuk memastikan apakah beras masih layak konsumsi. Jika layak, beras akan kembali disalurkan kepada masyarakat. Namun jika tidak, stok tersebut akan dialihkan menjadi pakan ternak.
“Kalau layak, kita konsumsikan ke masyarakat. Kalau tidak layak, kita sisakan untuk diolah jadi pakan ternak,” tambahnya.
Ahmad Rizal menegaskan, 1.200 ton beras rusak itu hanya berasal dari gudang di Maluku Utara. Sementara secara nasional, Bulog mengelola sekitar 3,9 juta ton cadangan beras, dengan 2,95 juta ton di antaranya hasil panen petani lokal.
Hanya sekitar 0,1 persen stok CBP yang memerlukan proses pembersihan ulang, sehingga kondisi cadangan nasional masih dinilai aman hingga akhir 2025.
“Proses reprocessing ini kami lakukan agar beras SPHP yang disalurkan ke masyarakat tetap layak dan aman untuk dikonsumsi,” jelasnya.
Artikel Terkait
Inflasi Pangan Turun, Tito Klaim Distribusi Beras SPHP Jadi Penopang Utama
Sekda Sampang Yuliadi Setiyawan Pantau Harga Beras dan Stok Bahan Pokok Jelang Maulid Nabi
Klaim Stok Melimpah, Mentan Andi Amran Pastikan Indonesia Bebas Impor Beras Hingga Akhir 2025
Bulog Percepat Penyaluran Beras SPHP, Sasar Ritel Modern dan Pasar Rakyat untuk Jaga Harga Stabil
Gerakan Pangan Murah di Bangkalan Disambut Warga, Menteri Pertanian Tekankan Distribusi Beras SPHP untuk Stabilitas Harga