• Sabtu, 18 April 2026

1.200 Ton Beras Bulog Ditemukan Rusak di Maluku Utara, Akan Dicuci Sebelum Disalurkan ke Warga

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Rabu, 8 Oktober 2025 | 11:18 WIB
Beras SPHP menumpuk di gudang Bulog Tabahawa, Maluku Utara yang kena sidak Komisi IV DPR RI.  (Instagram/titieksoeharto)
Beras SPHP menumpuk di gudang Bulog Tabahawa, Maluku Utara yang kena sidak Komisi IV DPR RI. (Instagram/titieksoeharto)

WartaJatim.CO.ID - Ratusan ton beras di gudang Bulog Maluku Utara ditemukan nyaris tak layak konsumsi. Temuan 1.200 ton beras rusak ini diungkap oleh Komisi IV DPR RI dalam inspeksi mendadak (sidak) di Gudang Bulog Tabahawa pada 23 September 2025.

Beras yang semestinya disalurkan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) itu kini berubah warna dan berpotensi tak layak makan. Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengungkapkan kekhawatirannya atas kondisi stok yang sudah berumur lebih dari setahun.

“Yang ada di sini ada beras yang sudah setahun lebih, warnanya abu-abu. Masuknya Mei 2024, masih ada 1.200 ton. Saya rasa kalau SPHP dapatnya seperti ini, nggak layak,” ujarnya di lokasi sidak.

Baca Juga: KPK Tetapkan Edi Suharto Tersangka Korupsi Bansos Beras Rp200 Miliar, Ia Klaim Masih Bekerja di Kemensos

Titiek juga menyoroti lambannya distribusi cadangan beras pemerintah (CBP) yang seharusnya segera disalurkan. “Dari bulan Februari saya sudah minta ini dikeluarkan. Kita mewakili rakyat kesel juga kayak begini,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Direktur Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah penanganan dengan melakukan reprocessing terhadap stok beras rusak tersebut.

“Kami akan reprocessing, kami bersihkan, kami cuci ulang,” ujar Ahmad Rizal di kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis, 2 Oktober 2025.

Baca Juga: Mentan Amran Ancam Tindak Tegas 212 Produsen Beras Curang, Petani Tak Lagi Jadi Korban Pasar Nakal

Ia menjelaskan, uji laboratorium akan dilakukan untuk memastikan apakah beras masih layak konsumsi. Jika layak, beras akan kembali disalurkan kepada masyarakat. Namun jika tidak, stok tersebut akan dialihkan menjadi pakan ternak.

“Kalau layak, kita konsumsikan ke masyarakat. Kalau tidak layak, kita sisakan untuk diolah jadi pakan ternak,” tambahnya.

Ahmad Rizal menegaskan, 1.200 ton beras rusak itu hanya berasal dari gudang di Maluku Utara. Sementara secara nasional, Bulog mengelola sekitar 3,9 juta ton cadangan beras, dengan 2,95 juta ton di antaranya hasil panen petani lokal.

Baca Juga: Swasembada Beras Tinggal Menghitung Bulan, Mentan Andi Amran Klaim Transformasi Pertanian Beri Hasil Nyata

Hanya sekitar 0,1 persen stok CBP yang memerlukan proses pembersihan ulang, sehingga kondisi cadangan nasional masih dinilai aman hingga akhir 2025.

“Proses reprocessing ini kami lakukan agar beras SPHP yang disalurkan ke masyarakat tetap layak dan aman untuk dikonsumsi,” jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

IHSG Diprediksi Sideways, Waspadai Tekanan Global

Kamis, 16 April 2026 | 10:06 WIB

Harga Emas Antam Anjlok, Buyback Tertekan Tajam

Jumat, 27 Maret 2026 | 15:02 WIB
X