internasional

Elon Musk Gagal Bujuk Donald Trump Batalkan Tarif Impor: Ekonom Prediksi Harga Mobil akan Meroket

Sabtu, 12 April 2025 | 11:24 WIB
Potret Donald Trump (IG @realdonaltrump).

WARTA JATIM - Kebijakan tarif impor baru yang diluncurkan oleh Presiden Donald Trump menuai sorotan tajam dari kalangan ekonom di seluruh dunia.

Para ekonom menilai bahwa langkah ini akan berisiko memperburuk inflasi dan menyulitkan masyarakat Amerika secara ekonomi.

Reuters melaporkan, para analis memperkirakan tarif ini bisa memicu inflasi, meningkatkan risiko resesi, dan menambah beban biaya hidup keluarga di AS hingga ribuan dollar.

Baca Juga: Indonesia Kena Tarif Impor 32 Persen dari Trump, Apa Dampak dan Langkah yang Dilakukan Pemerintah?

Padahal, pada waktu itu Trump tengah berkampanye dengan janji utama yang akan menurunkan biaya hidup.

Seorang pakar ekonomi dari MSU Denver, Dr. Kishore Kulkarni, memperingatkan bahwa dampak kenaikan tarif akan segera dirasakan usai kebijakan baru Donald Trump.

“Tidak diragukan lagi, harga mobil pekan depan akan lebih mahal ketimbang hari ini,” ujar Kulkarni, dikutip dari CBS News, Selasa 8 April 2025.

Baca Juga: Sentimen Trump Guncang IHSG: Ancaman Penurunan Tajam Hari Ini

Menurut Kulkarni, tarif ini tidak hanya berdampak pada mobil impor, tetapi juga mobil buatan lokal.

Sebab, industri otomotif merupakan sektor kompleks yang tetap bergantung pada komponen dari berbagai negara.

"Untuk banyak mobil, perakitan ada di suatu tempat, mesinnya dari suatu tempat, suku cadang bodinya ada di suatu tempat,” tambahnya.

Baca Juga: Tarif Impor Trump Bikin Heboh! Luhut Bilang Tak Perlu Panik: Kita Pernah Lewat yang Lebih Parah!

“Jadi jelas, mobil adalah komoditas yang sangat kompleks yang membutuhkan banyak barang impor dan input impor, dan oleh karena itu, perusahaan mobil akan menemukan cara untuk beradaptasi dengan semua ini," jelas Kulkarni.

Ia menambahkan, bahkan Tesla yang selama ini dianggap sebagai produk asli Amerika pun masih mengandalkan suku cadang dari luar negeri.

Halaman:

Tags

Terkini

Diplomasi Panas AS-Iran: Tenggat Serangan Ditunda

Jumat, 27 Maret 2026 | 15:02 WIB