internasional

Proses Konklaf Pemilihan Paus: Tradisi yang Sarat Makna dan Simbolisme

Kamis, 1 Mei 2025 | 12:30 WIB
Prosesi Konklaf Paus Baru Pengganti Paus Fransiscus (dok. @pinterest.com)

WartaJatim.CO.ID- Konklaf, proses pemilihan Paus baru, merupakan tradisi kuno yang penuh dengan makna spiritual dan simbolisme.

Konklaf diadakan setelah Paus yang memimpin Gereja Katolik meninggal dunia atau mengundurkan diri, dengan para kardinal yang dikumpulkan untuk memilih penerusnya.

Meskipun tidak sering terjadi, proses ini selalu menarik perhatian umat Katolik dan dunia internasional.

Baca Juga: Jokowi Wakili Presiden Prabowo untuk Berikan Penghormatan Terakhir pada Paus Fransiskus
Menurut Dr. Thomas W. Smith, seorang ahli sejarah Gereja Katolik, konklaf berakar dari abad ke-13, ketika pemilihan Paus sempat terhambat dan berlangsung lama.

"Untuk menghindari kekosongan kekuasaan yang terlalu lama, pada tahun 1268 para kardinal pertama kali dikunci di dalam ruang untuk memaksa mereka memilih seorang Paus. Dari sini lahir tradisi konklaf yang kita kenal sekarang," ujar Dr. Smith.

Tata Cara Konklaf

Proses dimulai setelah Paus yang sedang memimpin meninggal dunia atau mengundurkan diri.

Baca Juga: Pemakaman Paus Fransiskus: Siapa Saja Tokoh Dunia yang Hadir?

Para kardinal yang berusia di bawah 80 tahun akan berkumpul di Vatican City untuk mengikuti pemilihan.

Sebelum memulai pemungutan suara, mereka mengikuti misa khusus di Basilika Santo Petrus.

Setelah itu, mereka menuju Kapel Sistina, tempat rahasia yang dikunci selama proses pemilihan berlangsung.

Baca Juga: Paus Fransiskus Meninggal Dunia, Dunia Kehilangan Pemimpin Spiritual yang Bijaksana
“Selama konklaf, para kardinal tidak diperbolehkan berkomunikasi dengan dunia luar. Mereka menghabiskan waktu dalam doa, refleksi, dan melakukan pemungutan suara,” jelas Bapak Marco Rinaldi, seorang teolog Katolik asal Italia yang sering terlibat dalam observasi konklaf.


Setiap kardinal memberikan suara secara rahasia dan untuk memilih Paus baru, seorang kandidat harus mendapatkan mayoritas dua pertiga suara yang sah.

Setelah keputusan dibuat, asap putih keluar dari cerobong Kapel Sistina, menandakan bahwa Paus baru telah terpilih.

Baca Juga: Duka Mendalam, Paus Fransiskus Meninggal Dunia, Meninggalkan Kenangan Toleransi untuk Indonesia

Halaman:

Tags

Terkini

Diplomasi Panas AS-Iran: Tenggat Serangan Ditunda

Jumat, 27 Maret 2026 | 15:02 WIB