internasional

Rabbi Israel Serukan Kelaparan Massal Gaza Termasuk Anak‑Anak! Seruan Kejam Ini Bikin Geram Dunia

Selasa, 5 Agustus 2025 | 15:34 WIB
Seorang rabi atau ulama Yahudi di Israel, Rabbi Ronen Shaulov. (Instagram.com/@trtworld)

WartaJatim.CO.ID - Rabi terkenal Israel, Ronen Shaulov, memicu gelombang kecaman global setelah menyampaikan pidato yang menyerukan kelaparan seluruh penduduk Gaza, termasuk anak-anak.

Unggahan video pidatonya di akun Instagram @trtworld pada Minggu, 3 Agustus 2025 memperlihatkan pernyataan ekstrem tersebut di depan publik.

“Seluruh Gaza dan setiap anak di Gaza harus mati kelaparan,” tegas Shaulov. Ia menilai wacana mengenai anak-anak kelaparan sebagai sesuatu yang memalukan bagi Israel.

Ucapan itu disampaikan ketika ia menyangkut-pautkan kekerasan dalam konflik sandera Israel dengan seluruh warga Gaza, tanpa pengecualian.

Baca Juga: Bikin Geger Dunia! Netanyahu Usul Relokasi Gaza, Trump Ingin Bangun Kawasan Mewah di Gaza

Pernyataan kejamnya segera tersebar dan menuai kritik keras. Banyak kelompok kemanusiaan serta tokoh agama Yahudi moderat menyerukan agar Israel secepatnya memberikan bantuan pangan ke Gaza dan memastikan manusiawi perlakuan civitas sipil, terutama anak-anak.

Di tengah ketegangan politik dan perang yang telah berlangsung lebih dari dua puluh bulan, suara ekstrem seperti Shaulov mengundang kekhawatiran serius, terutama karena ia memiliki basis pengikut yang luas dan bisa memengaruhi opini publik.

Pernyataan ini bukan hanya soal ujaran kebencian, berdasarkan hukum internasional, seruan "kelaparan massal" yang disengaja dapat digolongkan sebagai bentuk kejahatan kemanusiaan atau genosida.

Baca Juga: Heboh Penculikan 12 Aktivis Kemanusiaan di Kapal Bantuan Gaza yang Dibajak oleh Pasukan Militer Israel

Tekanan agar Israel membuka jalur kemanusiaan meningkat di level global, ditandai oleh surat terbuka dari tokoh-tenar Israel dan komunitas Yahudi di Eropa dan Amerika yang mengecam kekerasan bersenjata dan tindakan kelaparan sebagai senjata perang.

Hingga kini belum ada respons resmi dari pemerintah Israel untuk menyuarakan kecaman publik terhadap Shaulov atau menyatakan larangan atas pernyataan serupa di forum keagamaan.

Namun reaksi dari internal komunitas Yahudi moderat sudah cukup tajam, mendorong perdebatan serius tentang batasan kebebasan beragama, ujaran kebencian, dan tekanan moral bagi moralitas negara di tengah konflik berdarah.

(HCY)

Tags

Terkini

Diplomasi Panas AS-Iran: Tenggat Serangan Ditunda

Jumat, 27 Maret 2026 | 15:02 WIB