WartaJatim.CO.ID - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kediri mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih takjil selama bulan Ramadhan.
Imbauan ini bertujuan untuk mencegah konsumsi jajanan yang berpotensi mengandung zat berbahaya.
Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kota Kediri, Zat-zat tersebut termasuk pewarna sintetis, boraks, dan formalin yang dapat membahayakan kesehatan.
Kepala BPOM Kediri, Gidion, menekankan pentingnya selektivitas dalam memilih jajanan berbuka puasa.
Baca Juga: Terungkap! Postingan Lama Kim Soo Hyun Soal Cinta Obsesif, Netizen Kaitkan dengan Kim Sae Ron
Ia menjelaskan bahwa jajanan yang mengandung cemaran zat kimia biasanya memiliki warna yang mencolok dan tekstur yang kenyal.
“Kami himbau masyarakat lebih selektif, utamanya pada jajanan dengan tekstur yang terlalu kenyal atau menampilkan warna mencolok. Karena umumnya hal ini mengindikasikan adanya zat tambahan seperti formalin, boraks, maupun pewarna sintetis berbahaya,” ujarnya.
Gidion memberikan contoh mengenai penggunaan Methanil Yellow dan Rhodamin B sebagai pewarna makanan ilegal.
Baca Juga: Larangan Wisuda SMA dan SMK: Langkah Bijak untuk Mengurangi Beban Orang Tua
Pewarna ini sering kali memberikan warna kuning atau merah yang mencolok dengan tampilan yang tidak merata, seperti pada produk keripik.
Selain itu, boraks dan formalin juga sering ditemukan dalam produk seperti bakso, mie basah, tahu, atau cincau.
Menurut Gidion, produk yang mengandung boraks biasanya memiliki tekstur yang lebih kenyal dan sulit untuk digigit.
Sementara itu, mie yang mengandung formalin cenderung tidak lengket dan tidak mudah putus saat dimakan.
BPOM Kediri juga mengingatkan para pedagang untuk lebih teliti dalam memilih bahan baku olahan pangan yang akan dijual.
Artikel Terkait
Pemerintah Blitar Tetapkan Jam Kerja ASN Selama Ramadhan untuk Optimalisasi Pelayanan
Sidak Makanan Takjil: Dinkes Blitar Temukan Dua Sampel Mencurigakan di Pasar Kenanga
Dinas Pendidikan Blitar Dukung Program Ramadan dengan Buku Kendali Ibadah untuk Siswa
Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemkot Blitar: Upaya Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas
Modus Jahat Produsen Minyakita! Kurangi Takaran, Pakai Izin BPOM Kedaluwarsa, Untung Besar di Ramadan