“Harganya juga luar biasa, Rp6.500 per kilogram. Selain itu nanti akan ada peningkatan produktivitas panen setiap tahunnya empat kali panen,” imbuhnya menjelaskan rencana ke depan bagi para petani lokal.
Ke depannya pula, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi merencanakan peningkatan ketersediaan air baku melalui pembangunan embung baru seperti embung lider dan kerawang serta Singolatri untuk mendukung pertanian berkelanjutan dalam jangka panjang.
Baca Juga: Kemenangan Timnas Indonesia U-17 dengan Laga Kontra Melawan Yaman, Membuat Indonesia Menempati Puncak Klasmen
“Kami sudah mengajukan pembangunan tiga embung besar baru baik ke pemprov maupun pusat sebagai tambahan terhadap 337 bendungan daerah yang masih berfungsi dengan baik,” kata Mujiono menambahkan tentang inisiatif pengelolaan sumber daya air tersebut.
Sebagai langkah strategis lainnya dalam menjaga ketahanan pangan lokal, Pemkab juga menerapkan kebijakan ketat mengenai izin pembangunan lahan pertanian agar tetap dapat digunakan secara optimal.
Baca Juga: Sri Mulyani: Kebijakan Tarif Trump Tak Masuk Akal, Para Ekonom Pun Angkat Tangan
Dandim Letkol (Arh) Joko Sukoyo menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pencapaian target swasembada pangan wilayah setempat.
“Kami akan terus mengawal kesuksesan program swasembada pangan daerah dan memastikan Banyuwangi tetap menjadi daerah lumbung pangan,” ujarnya menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam mewujudkan tujuan tersebut. (Kar)
Artikel Terkait
Ritual Seblang Olehsari: Tradisi Sakral yang Menghormati Warisan Budaya Banyuwangi dan Masyarakatnya
Kumpul Diaspora Banyuwangi: Menikmati Kuliner Khas dan Perkuat Ikatan Kekeluargaan
Panen Raya Padi Serentak di Banyuwangi: Dukungan Forpimda untuk Swasembada Pangan Nasional Bersama Presiden Prabowo
Bupati Pasuruan Ajak Petani Bersatu dalam Panen Raya Padi untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Swasembada Beras
Panen Raya Padi di Sumenep: Sinergi TNI dan Pemkab dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional Melalui Kegiatan Serentak