• Sabtu, 18 April 2026

Inflasi Gresik Naik 1,77 Persen: BPS Soroti Kenaikan Harga Pangan, Tarif Listrik, dan Layanan Kesehatan

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Rabu, 9 April 2025 | 10:58 WIB
BPS Gresik: Inflasi Maret Naik 1,77%, Harga Pangan dan Listrik Jadi Pemicu (Foto: gresikkab.go.id)
BPS Gresik: Inflasi Maret Naik 1,77%, Harga Pangan dan Listrik Jadi Pemicu (Foto: gresikkab.go.id)

Baca Juga: Merespon Aksi Demo yang Marak Beberapa Waktu Terakhir, Prabowo: Demo Itu Murni atau Ada yang Bayar?

Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya mengalami deflasi mendekati nol atau relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya.

Dari sisi tahunan (year-on-year/y-on-y), inflasi Gresik tercatat sebesar 0,81%, lebih rendah dibandingkan Maret 2024 yang mencapai 2,81%.

Kelompok pengeluaran yang paling besar menyumbang inflasi tahunan adalah makanan, minuman, dan tembakau, yang mencatat inflasi 1,74% dengan andil sebesar 0,59%.

Baca Juga: Prabowo Klaim Utang dan Inflasi Indonesia Masih yang Terkecil di Dunia: Kita Jangan Terlalu Takut

Kemudian disusul oleh kelompok kesehatan dengan inflasi tahunan 8,09% (andil 0,22%) serta kelompok pendidikan yang mengalami kenaikan harga sebesar 2,55% (andil 0,21%).

Di sisi lain, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga justru mengalami deflasi tahunan sebesar -5,45% dengan andil negatif sebesar -0,70%.

Penurunan ini disebabkan oleh turunnya tarif listrik pasca pengurangan subsidi yang diterapkan pemerintah.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Ajak Ibu Hamil Manfaatkan Aplikasi e-Detik dan BUAIAN untuk Kesehatan Optimal di Hari Kesehatan Sedunia 2025

Untuk komoditas spesifik, bawang merah memberikan kontribusi tertinggi terhadap inflasi tahunan sebesar 0,31%, diikuti oleh cabai rawit sebesar 0,27%, dan emas perhiasan sebesar 0,12%.

Sementara itu, tarif listrik menjadi penyumbang deflasi tertinggi dengan andil sebesar -0,80%. Di sektor pertanian, Nilai Tukar Petani (NTP) di Kabupaten Gresik pada Maret 2025 mengalami penurunan sebesar 0,67% menjadi 101,16 poin.

Penurunan NTP ini dipengaruhi oleh turunnya indeks harga yang diterima petani, sementara indeks harga yang dibayar petani mengalami kenaikan.

Baca Juga: Pasca Lebaran, Kadinkes Jatim Imbau Masyarakat untuk Waspadai Penyakit Infeksi dan Jaga Pola Makan Sehat

Subsektor tanaman pangan menjadi penyumbang utama penurunan, khususnya karena melemahnya harga gabah di tingkat petani.

Meski sektor harga menghadapi tekanan, pariwisata di Jawa Timur justru menunjukkan tren yang menggembirakan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bridgeta Elisa Putri

Sumber: Gresik

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X