“Dengan begitu kami berharap GAYATRI dapat melakukan penanggulangan kemiskinan, meningkatkan pendapatan masyarakat, juga dapat memutus ketergantungan melalui sistem produksi mandiri,” tandasnya.
Setiap KPM dalam implementasinya akan menerima sarana-prasarana usaha peternakan ayam petelur kapasitas 54 ekor.
Ini mencakup pullet ayam petelur, kandang ayam, pakan serta kelengkapan obat-obatan, vitamin, dan vaksin untuk kapasitas 54 ekor.
Selain itu, para penerima manfaat juga akan mendapatkan bimbingan teknis sebelum serah terima paket usaha dilakukan.
Baca Juga: Karena Alasan Kemanusiaan, Prabowo Siap Terima 1.000 Orang dari Gaza Ditampung di Indonesia
“Selain memberikan paket usaha, kami akan terus melakukan pendampingan program. Setiap desa akan ada pendamping programnya dan setiap kecamatan ada petugas teknis budi dayanya,” tandas Catur Rahayu lebih lanjut mengenai dukungan pasca-program.
Melalui inisiatif ini, Program GAYATRI bukan sekadar bantuan semata tetapi merupakan langkah transformatif menuju masyarakat Bojonegoro yang lebih berdaya saing tinggi serta sejahtera secara ekonomi. (gha)
Artikel Terkait
Kolaborasi Pemkab Bojonegoro dan BPS: Webinar Literasi Statistik untuk Perencanaan Kebijakan
Upaya Pemkab Bojonegoro dalam Mengatasi Ketersediaan Air Melalui Pemetaan dan Pengeboran Sumber Air Baru
Pemkab Bojonegoro Gelar Acara Parenting Digital untuk Mendidik Generasi Muda di Era Teknologi
Pemkab Bojonegoro Revitalisasi 433 Embung dan Bangun Waduk Baru untuk Atasi Kekeringan
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro Tegaskan Komitmen Melindungi Kesejahteraan Petani dengan Penyerapan Gabah Kering Panen Seharga Rp 6.500 per Kg