Untuk mengantisipasi dampak kebijakan tersebut pemerintah daerah telah melakukan koordinasi intensif bersama para eksportir lokal serta instansi terkait seperti Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jawa Timur (Disperindag Jatim).
Bupati Ipuk menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada perubahan tarif resmi karena pengiriman masih berjalan berdasarkan kontrak lama.
"Kami terus berkoordinasi dengan Disperindag Jatim, dan pihak terkait lainnya. Hingga saat ini mereka menyampaikan bahwa belum ada perubahan tarif," tambahnya.
Kepala Diskopumdag Kabupaten Banyuwangi Nanin Oktaviantie juga memberikan keterangan mengenai kondisi terkini pengiriman barang ke Amerika Serikat.
Ia mengatakan salah satu eksportir udang beku masih mengirim sekitar dua puluh ton ke pasar AS dengan proses pengiriman berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
"Salah satu eksportir udang beku masih mengirim sekitar 20 ton ke AS dan proses pengiriman berjalan lancar," kata Nanin.
Selain itu beberapa eksportir ikan hias serta terumbu karang juga rutin memasok kebutuhan pasar Amerika Serikat meskipun untuk kontrak baru pada tahun ini belum ada kepastian.
Dengan pencapaian positif sekaligus kesiapan menghadapi tantangan global tersebut Kabupaten Banyuwangi semakin memperkokoh posisinya sebagai pusat produksi sekaligus eksportir andalan di Pulau Jawa bagian timur. (gha)
Artikel Terkait
Kampung Lobster di Banyuwangi: Pusat Budidaya dan Kuliner Lobster Laut yang Diekspor ke Taiwan dan Tiongkok
Pemkab Banyuwangi Gelar Festival Sulur Kembang untuk Melestarikan Seni Tradisional dan Regenerasi Budaya di Kalangan Anak Muda
Kampung Lobster Banyuwangi: Pusat Budidaya dan Kuliner Lobster yang Sukses Ekspor ke Tiongkok dan Taiwan
Pemberdayaan Perempuan di Banyuwangi: Komitmen Bupati Ipuk Fiestiandani di Hari Kartini 2025
Perluasan Program Pengelolaan Sampah Sirkular di Banyuwangi: Dua Stasiun Peralihan Antara Dapat Dukungan dari Clean Rivers dan Pemerintah UAE