Pemkab Banyuwangi juga memperketat izin pembangunan di atas lahan persawahan untuk menjaga keberlangsungan produksi padi.
Selain itu, mereka mendorong penggunaan pupuk alternatif seperti pupuk hayati dan pupuk organik cair (POC).
Baca Juga: 10 Ucapan Selamat Hari Raya Galungan yang Penuh Makna untuk Caption Sosial Media
"Total hingga 2024, pemkab sudah menyalurkan POC sebanyak 137.130 liter untuk lahan seluas 13.713 hektare," tambahnya.
Dengan berbagai program yang dilaksanakan, stok beras di Banyuwangi tetap terjaga. Berdasarkan neraca ketersediaan dan kebutuhan pangan pokok, pada awal tahun 2025, Banyuwangi mengalami surplus beras sebanyak 27.037 ton.
Ke depan, Banyuwangi juga berencana untuk meningkatkan ketersediaan air baku melalui pembangunan embung-embung baru, seperti Embung Lider, Kerawang, dan Singolatri.
"Kami sudah mengajukan pembangunan tiga embung besar baru baik ke pemprov dan pusat," tutup Ipuk. (gha)
Artikel Terkait
Semangat Tanam Padi Bersama Plt Bupati Malang, Petani Tangguh Menuju Malang Makmur
Banyuwangi Laksanakan Panen Raya Padi Serentak untuk Dukung Swasembada Pangan Nasional
Banyuwangi Targetkan Produksi Beras 800.000 Ton pada 2025: Upaya Swasembada Pangan di Bawah Kepemimpinan Prabowo Subianto
Dukungan Penuh untuk Perluasan Areal Tanam: Babinsa Manding Bersama Petani Laksanakan Gerakan Tanam Padi di Sumenep
Kunjungan Perdana Kapolres Sumenep ke Makodim 0827: Memperkuat Sinergi TNI-Polri untuk Stabilitas Keamanan dan Swasembada Pangan