• Sabtu, 18 April 2026

Pemkab Bojonegoro Perkuat Sinergi Lintas Sektor dan Desa untuk Percepat Penurunan Angka Stunting 2025

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Rabu, 30 April 2025 | 09:48 WIB
Pemkab Bojonegoro Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Turunkan Angka Stunting hingga Desa (Foto: bojonegorokab.go.id)
Pemkab Bojonegoro Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Turunkan Angka Stunting hingga Desa (Foto: bojonegorokab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus berupaya menurunkan angka stunting dengan langkah strategis yang melibatkan berbagai sektor.

Pada Selasa, 29 April 2025, Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Bojonegoro mengadakan rapat koordinasi di Ruang Partnership Room, Gedung Pemkab Bojonegoro lantai 4.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Bojonegoro, Rapat ini difokuskan pada penanganan stunting hingga ke tingkat desa melalui sinkronisasi program antar bidang dan lintas sektor.

Baca Juga: BRI Mediapreneur Talks Promedia Bakal Digelar di Kota Serang, Banten: Bahas Tuntas Tantangan Jurnalis di Era Digital

Pj Sekretaris Daerah Bojonegoro, Djoko Lukito, menjelaskan bahwa stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga memengaruhi perkembangan kognitif dan produktivitas di masa depan.

Menurut Djoko, stunting dapat menghambat kemajuan bangsa secara keseluruhan. Penyebab stunting tidak hanya kekurangan gizi, tetapi juga dipengaruhi oleh pola asuh anak.

Untuk mengatasi masalah ini, Pemkab Bojonegoro melakukan berbagai upaya, mulai dari intervensi spesifik seperti peningkatan gizi ibu dan anak.

Baca Juga: Semangat Kartini Masa Kini: Favehotel Malang & Klinik Diamond Beauty Gelar Poundfit Seru Bareng PoundinAja

Selain itu, intervensi sensitif juga dilakukan, seperti penyediaan air bersih, sanitasi yang layak, pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.

Djoko Lukito menegaskan bahwa semua upaya tersebut harus dijalankan secara terpadu dan terkoordinasi.

“Semua upaya ini harus dijalankan secara terpadu dan terkoordinasi karena stunting bukan hanya masalah satu sektor. Tetapi masalah bersama yang memerlukan konvergensi berbagai program dan kegiatan,” ujarnya.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Tanggapi Kritik Aura Cinta: Dia Bukan Remaja Lagi, Sudah Kategori Dewasa

Ia menambahkan bahwa hasil sosialisasi hari ini harus diterjemahkan ke dalam langkah konkret yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.

“Semoga kegiatan ini menjadi forum untuk menyusun langkah konkret tindak lanjut sosialisasi teknis, menyepakati jadwal aksi pelaporan, mengidentifikasi kebutuhan dan dugaan teknis dan sumber daya, serta memperkuat komunikasi dan sinergi antar sektor guna menghasilkan solusi terbaik,” terang Djoko dengan semangat.

Plt Kepala Bappeda Bojonegoro, Achmad Gunawan, menyampaikan bahwa isu stunting menjadi prioritas strategis dalam RPJMD 2025-2029.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bridgeta Elisa Putri

Sumber: bojonegorokab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X