Baca Juga: Bukan Main! SMSI Bawa Misi Besar Media Siber Lokal di Hari Kebebasan Pers Sedunia 2025
Langkah ini merupakan bagian dari upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% pada tahun 2029, sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada tahun 2024, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Banyuwangi non-migas mencapai Rp108,229 triliun. Angka ini menempatkan Banyuwangi sebagai daerah dengan PDRB tertinggi ke-8 di Jawa Timur.
“Kami melihat Banyuwangi sangat berpotensi untuk menjadi tujuan investasi utama di Jatim. Terlebih Banyuwangi memiliki PDRB terbesar ke-8, banyak penduduk ke-5 dan wilayah terluas di Jatim,” tuturnya.
Pencapaian tersebut menjadikan Banyuwangi sebagai wilayah dengan potensi investasi yang sangat besar.
“Banyuwangi juga memiliki potensi sumber daya alam, pertanian, pariwisata, dan potensi industri, karena memiliki laut dengan kedalaman yang cukup untuk pengembangan industri,” tambah Petrus.
Infrastruktur di Banyuwangi juga mendukung percepatan investasi. Di sana terdapat pelabuhan, bandara, dan pabrik kereta api terbesar di Asia Tenggara. Ditambah lagi, jalan tol Trans Jawa yang ditargetkan tersambung ke Banyuwangi mulai tahun ini.
Baca Juga: Gibran Ungkap Rp17,1 Triliun untuk Perbaikan Sekolah, 8.500 Mahasiswa Dibiayai LPDP Sepanjang 2024
“Fasilitas ini menjadi nilai tambah bagi investor untuk masuk berinvestasi. Tentu ini akan menjadi pengungkit ekonomi di Banyuwangi,” kata dia.
Kepala DPMPTSP Jatim, Dyah Wahyu, menambahkan bahwa kinerja investasi Banyuwangi termasuk salah satu yang terbesar di Jawa Timur.
Pada tahun 2024, realisasi investasi Banyuwangi menempati peringkat ke-11 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur dengan total investasi sebesar Rp3,4 triliun.
Baca Juga: Lucinta Luna Perkenalkan Pacar Baru, Kenji Hans, dalam Podcast Boy William
“Dengan nilai investasi yang menyumbang di urutan ke-11, maka Banyuwangi kami potret sebagai wilayah pengungkit investasi yang patut untuk dikembangkan,” urainya.
DPMPTSP bersama BI Jatim telah memetakan arah pengembangan ekonomi Banyuwangi ke depan.
Artikel Terkait
Bupati Ipuk Fiestiandani dan Bank Jatim Sinergi Bedah Rumah dan Perpustakaan Keliling untuk Pengentasan Kemiskinan di Banyuwangi
Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Raih Indeks SPBE Tertinggi Berkat Strategi 5P dan Komitmen Pimpinan
Kemudahan Investasi Dorong PT Pasifik Harvest Indonesia Ekspor Ikan Kaleng ke Mozambik dan Kongo dari Banyuwangi
Pemkab Banyuwangi Gelar Musrenbang RPJMD 2025-2029 dengan Target Turunkan Kemiskinan Jadi 4,39 Persen dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi 5,5 Persen
Pemkab Banyuwangi Siapkan Sekolah Rakyat Berbasis Asrama untuk 100 Anak Miskin Mulai Juli 2025 dengan Pendidikan Gratis