WartaJatim.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Bangkalan kembali menegaskan tekadnya untuk melanjutkan pelaksanaan program Universal Health Coverage (UHC).
Program ini merupakan upaya penting untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan.
Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Bangkalan, Wakil Bupati Bangkalan, Fauzan Ja'far, menyampaikan pernyataan tersebut setelah memimpin rapat koordinasi bersama BPJS Kesehatan.
Rapat ini digelar pada Kamis, 12 Juni 2025, sebagai bentuk evaluasi dan penguatan pelaksanaan program UHC.
Menurut Fauzan, program UHC sudah berjalan selama lebih dari tiga tahun dan terbukti membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan tanpa melihat status ekonomi.
"Kami tetap berkomitmen agar UHC ini terus berjalan. Program ini sangat membantu masyarakat, terutama dalam hal pelayanan kesehatan," ujarnya.
Hasil evaluasi terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar penerima manfaat UHC justru berasal dari kalangan masyarakat yang mampu.
Hal ini terungkap setelah data UHC disinkronkan dengan data kemiskinan, yang menunjukkan ketidaksesuaian peserta program.
"Ketika data UHC disinkronkan dengan data kemiskinan, ternyata yang menikmati layanan ini banyak yang sebenarnya mampu, bukan masyarakat miskin," jelas Fauzan.
Selain itu, Pemkab Bangkalan juga mendapati adanya penyalahgunaan program oleh warga dari luar daerah.
Warga non-Bangkalan bahkan mengubah identitas kependudukan dengan harapan bisa mendapatkan layanan kesehatan gratis secara mudah dan cepat.
Artikel Terkait
Pemkab Bangkalan Resmi Luncurkan Program Jaminan Sosial untuk 23.953 Pekerja Rentan Lewat DBHCHT 2025
Keberhasilan Lelang Online Pemkab Bangkalan Tingkatkan PAD dengan Penjualan Aset dan Barang Scrap
Pemkab Bangkalan Serahkan Bantuan Sembako dan Material untuk Korban Puting Beliung di Desa Batangan, Tingkatkan Anggaran Penanganan Bencana
Komitmen Pemkab Bangkalan Percepat Penurunan Angka Stunting melalui Kolaborasi dan Evaluasi Berkala
Pemkab Bangkalan Tingkatkan Pelayanan dengan Percepatan Pembangunan Puskesmas, RS Tipe D, dan Sekolah Rakyat