“Petugas IB di Bojonegoro ini bukan hanya datang cari pasien terus pulang tetapi juga harus mendampingi kelompok,” jelas Elfia Nuraini.
Bojo mendapat penghargaan dari Dinas Peternakan Jawa Timur sebagai kabupaten yang berkomitmen kuat mengembangkan sumber bibit sapi PO unggulan.
Tambakrejo juga dilaporkan memiliki kelompok peternak yang paling aktif dan selalu bertambah setiap tahun, serta didukung oleh asosiasi Kepo Bojo.
Selain itu, Pemkab Bojonegoro juga menggulirkan program Gerakan Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI) dengan tujuan mengurangi kemiskinan di wilayah tersebut.
Elfia menyampaikan bahwa petugas Disnakkan tidak sekadar menyuntik inseminasi buatan, tetapi juga mendampingi program pemberdayaan masyarakat seperti GAYATRI.
“Petugas IB Berprestasi ini menjadi bukti nyata komitmen Bojonegoro dalam memajukan sektor peternakan, melestarikan warisan genetik sapi PO, dan juga menyukseskan program GAYATRI untuk mengentaskan kemiskinan di Bojonegoro,” pungkasnya. (gha)
Artikel Terkait
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro Luncurkan Program GAYATRI: Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri
Sinergi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan ExxonMobil Luncurkan Program GAYATRI untuk Atasi Kemiskinan dan Stunting di 16 Desa
Pemkab Bojonegoro Tingkatkan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Lewat Program GAYATRI dan Pelatihan IKM
Program GAYATRI Bojonegoro Berdayakan Warga Lewat Pelatihan dan Usaha Ternak Ayam Petelur
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro Perkuat Pemutakhiran Data Mandiri untuk Pengentasan Kemiskinan yang Tepat Sasaran Tahun 2025