• Sabtu, 18 April 2026

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Dengarkan Aspirasi Warga Lewat Program Curhat Bu Ipuk di CFD Jalan A. Yani

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Senin, 25 Agustus 2025 | 06:59 WIB
Dialog Lesehan Bupati Ipuk di Banyuwangi, Warga Curhat Soal Pendidikan hingga Ekonomi (Foto: banyuwangikab.go.id)
Dialog Lesehan Bupati Ipuk di Banyuwangi, Warga Curhat Soal Pendidikan hingga Ekonomi (Foto: banyuwangikab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani kembali membuka ruang dialog bersama masyarakat melalui program “Curhat Bu Ipuk”.

Kegiatan ini menjadi sarana warga untuk menyampaikan permasalahan secara langsung kepada Bupati sekaligus mencari solusi bersama, sehingga setiap keluhan dapat ditangani secara cepat dan tepat.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Banyuwangi, Program “Curhat Bu Ipuk” berlangsung di sela kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan A. Yani, Banyuwangi, pada Minggu (24/8/2025).

Baca Juga: Relawan Bhakti BUMN 2025: IFG dan Holding Bawa Program Sosial hingga ke Desa Maros, Ini Dampaknya

Dalam acara tersebut, Bupati Ipuk didampingi Wakil Bupati Mujiono dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mendengarkan langsung berbagai persoalan yang disampaikan warga.

“Selama ini Pemkab Banyuwangi memiliki kanal pengaduan masyarakat. Namun di program ini saya mengajak seluruh kepala dinas, ingin bertatap muka langsung untuk mengetahui persoalan yang dihadapi warga, sehingga bisa langsung kita carikan solusinya bersama-sama,” kata Ipuk.

Dalam forum tersebut, puluhan warga menyampaikan keluhannya mulai dari persoalan kesehatan, pendidikan, hingga kondisi ekonomi.

Baca Juga: Dari Jimbaran ke Panggung Dunia: Kisah Haluan Bali, Brand Fashion Binaan BRI yang Berawal dari Keisengan Pandemi

Salah satunya datang dari Subawati, warga Kelurahan Pakis, yang sehari-hari berjualan lauk pauk keliling dengan sepeda.

Ia bercerita bahwa suaminya sudah tujuh tahun tidak bekerja karena sakit, sehingga ia harus menggantikan peran sebagai tulang punggung keluarga.

“Suami saya sakit stroke sudah tujuh tahun. Anak saya juga masih sekolah. Saya mohon bisa dibantu beasiswa untuk sekolah anak saya dan bantuan usaha untuk mendongkrak usaha kami ibu Bupati,” kata Subawati.

Baca Juga: PBB Naik Picu Gejolak, Mendagri Tito Karnavian Tegaskan Hanya Bisa Intervensi Tanpa Wewenang Membatalkan

Mendengar hal itu, Bupati Ipuk langsung meminta dinas terkait melakukan pendataan serta mengunjungi rumah Subawati untuk memastikan dukungan yang diperlukan.

Selain itu, Ipuk juga menginstruksikan agar Subawati bisa menerima bantuan dari program Kanggo Riko, yang ditujukan untuk memberikan modal usaha bagi perempuan penopang ekonomi keluarga.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: banyuwangikab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X