Menurut Bupati, harga pangan di Kabupaten Mojokerto relatif lebih stabil dibandingkan daerah lain, karena stok beras mencapai surplus 30 ribu ton.
Ia menekankan bahwa surplus beras tersebut dimanfaatkan sebagai instrumen pengendalian inflasi dan penstabil harga bahan pokok di Kabupaten Mojokerto.
Bupati juga menyoroti pentingnya kepedulian pemerintah terhadap kondisi ekonomi masyarakat, agar masyarakat tidak kesulitan memperoleh kebutuhan pokok.
“Kita ingin masyarakat tidak kesulitan dalam mendapatkan kebutuhan pokok. Misalnya, beras medium di sini Rp11.500 per kilogram, sementara di luar Rp12.500. Minyak Kita di sini Rp15.000,” ungkapnya.
Baca Juga: Mendikdasmen Abdul Mu’ti Ajukan Tambahan Anggaran Rp14,4 Triliun untuk PIP dan Insentif Guru Honorer
Di akhir sambutannya, Bupati yang akrab disapa Gus Bupati menegaskan bahwa Pemkab Mojokerto akan terus berupaya menstabilkan harga bahan pokok melalui gerakan-gerakan pangan murah yang dilaksanakan bekerja sama dengan Bulog di 18 pendopo kecamatan. (gha)
Artikel Terkait
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat Buka Gerakan Pangan Murah Serentak di Lima Kecamatan untuk Stabilkan Harga
Gerakan Pangan Murah di Surabaya, Khofifah dan Eri Cahyadi Tegaskan Distribusi Beras Stabil dan Harga Terkendali
Pemkab Bojonegoro Gelar Gerakan Pangan Murah di Desa Kapas untuk Stabilkan Harga Sembako Warga
Pemerintah Kabupaten Lamongan Gelar Gerakan Pangan Murah Semarakkan HUT RI ke-80
Bupati Malang Sanusi dan Wakil Bupati Lathifah Hadiri Gerakan Pangan Murah untuk Stabilkan Harga Beras di 33 Kecamatan