• Sabtu, 18 April 2026

Banyuwangi ditunjuk sebagai lokus pilot project digitalisasi bansos nasional, ratusan agen perlinsos dilatih untuk memastikan bantuan lebih tepat sasa

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Jumat, 12 September 2025 | 17:42 WIB
Banyuwangi Jadi Lokus Pilot Project Digitalisasi Perlinsos Nasional untuk Tepat Sasaran Bansos (Foto: banyuwangikab.go.id)
Banyuwangi Jadi Lokus Pilot Project Digitalisasi Perlinsos Nasional untuk Tepat Sasaran Bansos (Foto: banyuwangikab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Kabupaten Banyuwangi resmi ditetapkan pemerintah pusat sebagai lokus pilot project digitalisasi program perlindungan sosial (perlinsos) nasional.

Penunjukan ini merupakan tindak lanjut dari mandat Presiden Prabowo kepada Menteri Sosial bersama Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) untuk memastikan penyaluran bantuan sosial berjalan lebih tepat sasaran dan akurat.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Banyuwangi, Tenaga Ahli Menteri Sosial, Andy Kurniawan, menjelaskan bahwa Presiden menekankan tiga pesan utama dalam pelaksanaan program ini.

Baca Juga: Mahfud MD Ungkap Alasan Hukuman Mati Koruptor Belum Pernah Diterapkan di Indonesia

“Tiga pesan kunci Presiden kepada kepada Menteri Sosial: Pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), Sekolah Rakyat, dan Bantuan Sosial Tepat Sasaran,” ujarnya.

Sebagai persiapan, ratusan agen perlinsos mendapatkan pelatihan khusus untuk memahami cara penggunaan Portal Perlinsos.

Sistem digital ini dikembangkan untuk memudahkan masyarakat mendaftar secara mandiri menggunakan ponsel pribadi, maupun dengan bantuan pendamping PKH dan TKSK yang ditugaskan sebagai agen perlinsos.

Baca Juga: AHY Minta Aksi Unjuk Rasa DPR Tidak Berujung Pengerusakan Fasilitas Umum

“Sistem ini dirancang agar memudahkan masyarakat dalam mendaftar program bantuan sosial dan agen perlinsos dalam membantu pendaftaran masyarakat yang membutuhkan pendampingan,” tambah Andy.

Pelatihan tersebut diikuti oleh 167 pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) serta 25 Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

Kegiatan berbentuk Training of Trainer (TOT) ini berlangsung selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 September 2025, dan diselenggarakan langsung oleh tim Gugus Tugas KPTDP.

Baca Juga: Eddy Soeparno Ajak Hindari Anarki, Tekankan Pentingnya Dialog dalam Menjaga Demokrasi

Dewan Ekonomi Nasional, Fathur Rahman Utomo, menegaskan bahwa pendampingan intensif akan terus dilakukan hingga akhir September, sebelum proses pendaftaran masyarakat resmi dimulai.

“Kita intensifkan pendampingan ke pendamping PKH, TKSK, tim Resolution Center Kab. Banyuwangi. Karena rencana pendaftaran untuk masyarakat Banyuwangi nanti di akhir September. Jadi kita lakukan mulai persiapkan dari sekarang,” jelas Fathur.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: banyuwangikab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X