“Ini bukan cuma soal buku, tapi soal kenangan. Anak-anak merasa didampingi, diajari, dan dihargai. Itu yang paling penting,” ucap Andy.
Baca Juga: 803 Relawan Kebencanaan dari Seluruh Indonesia Berkumpul di Banyuwangi untuk Jambore III FPRB
Menjelang siang, area sekitar mobil perpustakaan semakin ramai oleh anak-anak yang membaca sendiri maupun mendengarkan orang tua membacakan cerita dengan penuh ekspresi.
Suasana ini menciptakan momen kebersamaan yang kuat antara orang tua dan anak, sekaligus memperkaya pengalaman literasi di tengah CFD yang identik dengan olahraga dan kuliner.
Senyum anak-anak ketika menemukan cerita baru, pelukan hangat orang tua, dan tatapan bangga saat anak lancar mengeja kata, menjadi pemandangan yang tak ternilai di alun-alun Bojonegoro.
Car Free Day di Bojonegoro kini bukan hanya tentang aktivitas fisik dan jajanan, tetapi juga menjadi ajang menumbuhkan literasi, cinta keluarga, dan kebiasaan membaca sejak dini bagi generasi muda. (gha)
Artikel Terkait
Taman Gajah Bolong Bojonegoro Jadi Favorit Warga untuk Santai, Olahraga, dan Kebersamaan Keluarga
Dukcapil Bojonegoro Ingatkan Masyarakat Waspadai Penipuan Aktivasi Identitas Kependudukan Digital yang Mengincar Data Pribadi
Pemkab Bojonegoro Siapkan 15 Alsintan Modern untuk Petani, dari Combine Harvester hingga Drone Sprayer dengan Sistem Pinjam Pakai Gratis
Kunjungan siswa MI Al Mansur ke Perpustakaan Bojonegoro penuh keceriaan, bagian dari gerakan membaca dan sinergi literasi sejak dini.
Komisi Informasi Jatim lakukan verifikasi keterbukaan informasi publik di Bojonegoro, Bupati Setyo Wahono tegaskan komitmen transparansi.