• Sabtu, 18 April 2026

Lahan Produktif Menyusut, Puguh DPRD Jatim Ingatkan Pentingnya Petani untuk Kedaulatan Pangan di Peringatan Hari Tani Nasional

Photo Author
Novi Embun Tristiani, Wartajatim.co.id
- Rabu, 24 September 2025 | 13:15 WIB
Di Hari Tani Nasional 2025, Puguh Wiji Pamungkas menegaskan petani adalah kunci kedaulatan pangan. (Foto: Dok. Puguh Wiji Pamungkas untuk WartaJatim.CO.ID)
Di Hari Tani Nasional 2025, Puguh Wiji Pamungkas menegaskan petani adalah kunci kedaulatan pangan. (Foto: Dok. Puguh Wiji Pamungkas untuk WartaJatim.CO.ID)

Wartajatim.co.id - Memperingati Menyongsong Hari Tani Nasional 2025, sorotan mengarah pada realitas yang tidak nyaman: lahan pertanian kian berkurang karena konversi ke perumahan dan industri.

Pengurangan ruang tanam ini memukul basis produksi pangan dan berpotensi menggoyang kedaulatan pangan jika tidak segera diatasi.

Di tengah kondisi tersebut, Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur sekaligus Sekretaris Fraksi PKS, Puguh Wiji Pamungkas, mengajak publik kembali menempatkan petani dan pertanian sebagai penopang utama kehidupan berbangsa.

Baca Juga: Sebanyak 264 Warga Cerme Gresik Terima BLT DBHCHT 2025, Mayoritas Buruh Petani Tembakau Jadi Penerima Manfaat

Ia menekankan bahwa nilai pertanian tidak berhenti pada angka ekonomi, melainkan menyangkut martabat dan ketahanan negara.

“Pertanian adalah simbol dari kekuatan dan ketahanan bangsa, tidak akan mungkin sebuah bangsa kuat kalau mereka kelaparan, kalau bangsa tersebut tidak memiliki kedaulatan pangan,” kata Puguh.

Peringatan itu ia kaitkan dengan pelajaran sejarah. Sejak lama, hasil bumi nusantara menjadi sasaran perebutan. 

Selama tiga setengah abad, VOC mengekstraksi kekayaan alam Indonesia termasuk komoditas pertanian. 

Baca Juga: Fatkul Ilma Antar P4S Djoyo Tani Bojonegoro Raih Penghargaan Teladan Menteri Pertanian di HUT ke-80 RI

Bagi Puguh, fakta ini menandaskan posisi pertanian sebagai pusat kekuatan nasional dari masa ke masa.

Kini tantangannya berbeda. Jumlah petani makin sedikit sementara lahan produktif menyusut. 

Arus alih fungsi tanah menekan produksi dan memberi sinyal bahaya bagi ketahanan pasokan. Jika dibiarkan, ketergantungan pada pangan dari luar akan kian besar.

Menjawab situasi tersebut, Puguh menyatakan dukungan terhadap arah kebijakan yang memihak petani. 

Baca Juga: Saiful dan Ferdiansyah, Dua Pemuda Glenmore Sukses Kembangkan Hydroponik Selada dengan Dukungan Jagoan Tani Banyuwangi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novi Embun Tristiani

Sumber: WartaJatim.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X