• Sabtu, 18 April 2026

Ribuan Telur Endog-Endogan Diarak Keliling Banyuwangi dalam Perayaan Muludan Bumi Blambangan

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Selasa, 30 September 2025 | 10:00 WIB
Bupati Ipuk Bersama Warga Arak Telur Hias dalam Muludan Bumi Blambangan (Foto: banyuwangikab.go.id)
Bupati Ipuk Bersama Warga Arak Telur Hias dalam Muludan Bumi Blambangan (Foto: banyuwangikab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Ribuan telur hias Endog-Endogan dikirab keliling kota Banyuwangi dalam perayaan Muludan Bumi Blambangan di Masjid Agung Baiturrahman, Senin (29/9/2025).

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Banyuwangi, Telur yang telah dihias itu dibagikan kepada masyarakat yang berjejal di sepanjang jalan dan sekitar masjid untuk menyemarakkan perayaan Maulid Nabi Muhammad.

“Ini adalah salah satu cara masyarakat Banyuwangi dalam memuliakan hari kelahiran Nabi Muhammad. Berbagi telur atau endog-endogan,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat mengikuti arak-arakan.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Ubah Bekas Kolam Renang Eks THR Jadi Lapangan Mini Soccer dan Padel untuk Dongkrak PAD Kota

Endog-Endogan merupakan tradisi khas masyarakat Banyuwangi yang dilakukan saat peringatan Maulid Nabi dengan menancapkan telur rebus hias pada jodang atau pelepah pisang, kemudian diarak keliling kampung.

Bupati Ipuk menambahkan bahwa pembagian telur tidak hanya sebagai tradisi budaya, tetapi juga sebagai simbol gotong royong, empati, dan menjaga kerukunan antarwarga.

“Semoga dengan Muludan ini, kita bisa meneladani Nabi Muhammad. Mengasah empati dan gotong royong sebagaimana yang diajarkan oleh beliau. Juga senantiasa menjaga kerukunan bersama,” tutur Ipuk.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Gandeng Wahana Visi Indonesia Tanam 1.000 Mangrove dan Bersihkan Sampah Pesisir Wonorejo

Perayaan Muludan Bumi Blambangan semakin meriah dengan lantunan Maulid Barzanji menggunakan langgam khas masyarakat Osing, menambah nuansa unik dan khidmat di tengah masyarakat.

Kehadiran para ulama turut menambah khidmat peringatan, di antaranya Ketua Umum MUI Banyuwangi KH. Muhaimin Asymuni, KH. Suyuthi Thoha, KH. Achmad Wahyudi, KH. Toha Muntoha, KH. Mukhdlar Atim, serta mubalig nasional Ustadz Wijayanto.

Ustadz Wijayanto menyampaikan ceramah dengan cara ceria dan humoris, membuat jamaah yang didominasi kaum perempuan larut dalam pembelajaran agama lebih dari satu jam.

Baca Juga: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat Dorong Gerakan Ngalam Rijik untuk Jaga Sungai Metro dan Wujudkan Kota Bebas Banjir 2028

“Saya sudah berkeliling ke seluruh Indonesia, tapi baru kali ini, saya merasakan sesuatu yang berbeda. Berkeliling membagikan telur kepada masyarakat bersama ibu bupati. Masyarakat pun antusias menyambut pemimpinnya,” ujar Wijayanto.

Ia menilai bahwa kebersamaan antara pemimpin dan masyarakat menjadi tanda keberkahan daerah dari Allah SWT.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: banyuwangikab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X