Dalam jangka panjang, fokus strategi Pemkot diarahkan pada tiga aspek, yakni penguatan layanan kesehatan holistik berbasis komunitas, peningkatan ketahanan kesehatan urban, serta menjaga keberlanjutan kualitas lingkungan dan sanitasi yang bersertifikasi.
“Dengan kolaborasi yang solid antara Dinkes, dan OPD teknis lainnya, Pemkot Surabaya optimis dapat mengatasi catatan perbaikan minor dan mengunci Penghargaan Swasti Saba Wistara sebagai penanda keberhasilan pembangunan kesehatan holistik di Kota Surabaya,” tambah Nanik.
Apresiasi juga datang dari Tim Verifikator Kota Sehat Pusat yang diwakili Analis Kebijakan Kementerian Sosial, Ahmad Sobirin.
Ia menilai bahwa keberhasilan Surabaya tidak terlepas dari kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi yang mampu mendorong sinergi lintas sektor.
“Kami menyaksikan secara nyata bahwa peran inisiatif dan inovasi kepala daerah yang didukung oleh komitmen kuat seluruh SDM pemerintah kota, adalah faktor krusial dalam mewujudkan Kota Sehat di Surabaya,” ujar Ahmad Sobirin.
Lebih lanjut, ia menilai kepemimpinan yang visioner telah memicu kolaborasi luar biasa, tidak hanya antar organisasi perangkat daerah, tetapi juga melibatkan Puskesmas, forum masyarakat sipil, perguruan tinggi, hingga dunia usaha.
“Semangat kolaborasi ini adalah modal sosial (social capital) yang luar biasa untuk mewujudkan masyarakat yang lebih mandiri dan produktif,” tambahnya.
Baca Juga: Bukan Sekadar Harta, Uya Kuya Sebut Kenangan Anak yang Dijarah Massa Jadi Luka Terdalam
Kunjungan tim verifikator yang berlangsung pada 25–26 September 2025 mencatat performa Kota Surabaya hampir sempurna di sembilan tatanan Kota Sehat.
Di antaranya adalah kehidupan masyarakat sehat mandiri dengan Posyandu aktif, tatanan pasar sehat yang tertata dengan baik, hingga sarana pendidikan sehat melalui UKS yang berjalan aktif.
Selain itu, fasilitas perkantoran di MPP Siola, pariwisata sehat di Kampung Maspati, transportasi sehat, perlindungan sosial di Rumah Ilmu Anak Surabaya (RIAS), serta inovasi penanggulangan bencana melalui sistem peringatan dini (EWS) turut mendapat penilaian positif dari tim verifikator. (gha)
Artikel Terkait
Pemkot Surabaya dan Kemenag Bersinergi Perkuat Fondasi Spiritual Warga dengan Program Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur’an
Pemkot Surabaya Bangun Empat Bozem Baru 2025, Wali Kota Eri Cahyadi Pastikan Rampung untuk Kendalikan Banjir dan Jadi Ruang Publik
Pemkot Surabaya Latih Petugas DTSEN untuk Pastikan Pemutakhiran Data Sosial Ekonomi Akurat dan Aman
Pemkot Surabaya Gandeng Wahana Visi Indonesia Tanam 1.000 Mangrove dan Bersihkan Sampah Pesisir Wonorejo
Pemkot Surabaya Ubah Bekas Kolam Renang Eks THR Jadi Lapangan Mini Soccer dan Padel untuk Dongkrak PAD Kota