WartaJatim.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya semakin mempertegas komitmennya dalam mewujudkan kota sehat dan berkelanjutan.
Melalui Forum Group Discussion (FGD) bersama Tim Verifikator Pusat dan Forum Kota Sehat, langkah strategis Pemkot dinilai mampu menggerakkan program kesehatan di seluruh tatanan kota, sekaligus menjadi motivasi untuk menindaklanjuti rekomendasi perbaikan yang diberikan.
Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kota Surabaya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina, menyampaikan bahwa Pemkot bertekad mempertahankan capaian sekaligus meningkatkan kualitas program kesehatan.
Baca Juga: Ancaman Boikot Spanyol Bayangi Israel di Piala Dunia 2026, Bagaimana Peluangnya?
Ia menegaskan, pengakuan dari WHO SEARO yang menempatkan Surabaya dalam Jaringan Kota Sehat menjadi bukti nyata sekaligus dorongan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.
“Pemkot Surabaya, termasuk Dinkes berkomitmen melakukan kolaborasi lintas sektor dan memastikan keberlanjutan program-program kesehatan untuk memenuhi semua indikator tatanan Kota Sehat, mulai dari Kehidupan Masyarakat Sehat Mandiri hingga Penanggulan Bencana,” tegas Nanik pada Senin (29/9/2025).
Nanik menjelaskan, ada dua tantangan utama yang saat ini menjadi fokus, yakni optimalisasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pengawasan keamanan pangan.
Baca Juga: Tutut Soeharto Gugat Menteri Keuangan Usai Dicegah ke Luar Negeri karena Kasus BLBI
Untuk menjawab tantangan tersebut, Dinkes menyiapkan langkah cepat melalui edukasi di tingkat rumah tangga dengan melibatkan Kader Surabaya Hebat (KSH) di setiap kelurahan, yang diperkuat melalui kerja sama lintas sektor.
Terkait sektor lingkungan, capaian sanitasi di Surabaya telah menunjukkan progres signifikan. Kota ini berhasil mencapai 100 persen bebas Buang Air Besar Sembarangan (ODF).
Meski demikian, Pemkot tetap waspada dan menyiapkan mekanisme cepat apabila ditemukan kasus baru.
Baca Juga: Resmi Dibentuk, Komite Reformasi Polri Punya Waktu 6 Bulan Jawab Tuntutan Demo Agustus 2025
“Jika ada temuan kasus Buang Air Besar Sembarangan (BABS) baru, kami langsung berkoordinasi dengan CSR, misalnya BAZNAS, untuk segera membangun jamban sehat,” jelasnya.
Rekomendasi yang disampaikan tim verifikator akan diintegrasikan dalam program prioritas Pemkot, khususnya terkait penanganan stunting dan tuberkulosis (TBC) dengan pendekatan intervensi berbasis wilayah atau urban health.
Artikel Terkait
Pemkot Surabaya dan Kemenag Bersinergi Perkuat Fondasi Spiritual Warga dengan Program Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur’an
Pemkot Surabaya Bangun Empat Bozem Baru 2025, Wali Kota Eri Cahyadi Pastikan Rampung untuk Kendalikan Banjir dan Jadi Ruang Publik
Pemkot Surabaya Latih Petugas DTSEN untuk Pastikan Pemutakhiran Data Sosial Ekonomi Akurat dan Aman
Pemkot Surabaya Gandeng Wahana Visi Indonesia Tanam 1.000 Mangrove dan Bersihkan Sampah Pesisir Wonorejo
Pemkot Surabaya Ubah Bekas Kolam Renang Eks THR Jadi Lapangan Mini Soccer dan Padel untuk Dongkrak PAD Kota