• Sabtu, 18 April 2026

DPRD Jatim Puguh Wiji Pamungkas Dukung Kebijakan Mendagri Tito Karnavian Soal Pemerataan Dokter Spesialis hingga Daerah Terpencil

Photo Author
Shintiya Yulia Frantika, Wartajatim.co.id
- Senin, 6 Oktober 2025 | 18:33 WIB
Anggota DPRD Jatim, Puguh Wiji Pamungkas dorong kolaborasi lintas lembaga untuk percepatan pemerataan dokter spesialis di daerah. (Foto: fraksipksjatim.id)
Anggota DPRD Jatim, Puguh Wiji Pamungkas dorong kolaborasi lintas lembaga untuk percepatan pemerataan dokter spesialis di daerah. (Foto: fraksipksjatim.id)

WartaJatim.CO.ID - Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menyambut baik langkah Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang tengah menyiapkan Surat Edaran (SE) kepada seluruh pemerintah daerah untuk memastikan pemerataan dan ketersediaan dokter spesialis di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah terpencil.

Menurut legislator dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis dalam mengurangi kesenjangan layanan kesehatan antara daerah perkotaan dan pedesaan yang selama ini masih terasa.

“Langkah ini sangat progresif, karena di daerah terpencil keberadaan dokter spesialis masih langka, sehingga berdampak pada tidak paripurnanya pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ujar Puguh, Senin, 6 Oktober 2025.

Baca Juga: Kredit Konsumer BRI Tembus Rp216,26 Triliun per Agustus 2025, Didorong Kinerja BRIguna dan KPR

Ia menjelaskan, kebijakan dari Mendagri ini bisa menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk lebih serius memperhatikan kebutuhan tenaga medis spesialis.

Namun demikian, Puguh mengingatkan agar kebijakan ini tidak hanya berfokus pada penempatan tenaga medis, tetapi juga kesiapan fasilitas kesehatan di daerah.

“Harus ada kajian komprehensif terlebih dahulu. Tidak semua RSUD punya sarana dan prasarana lengkap untuk pendidikan dan penempatan dokter spesialis,” jelasnya.

Puguh menambahkan, kebutuhan dokter spesialis di Jawa Timur masih tergolong tinggi, terutama di rumah sakit yang berlokasi jauh dari pusat kota.

Oleh sebab itu, ia mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, Kementerian Kesehatan, dan perguruan tinggi kedokteran agar proses pendidikan dan penugasan dokter spesialis dapat berjalan lebih cepat dan merata.

Baca Juga: Tampak Santai, Rendra DPRD Kota Malang Ikut Gerakan 'Antar Anak Sekolah': Ayah Jadi Garda Terdepan Mengarahkan Anak

“Kalau jumlah dokter spesialis di daerah terpenuhi, masyarakat bisa mendapat layanan kesehatan berkualitas di tempatnya sendiri tanpa harus ke Surabaya atau Malang,” ungkapnya.

Selain pemerataan jumlah tenaga medis, Puguh juga menekankan pentingnya menjaga kualitas dokter spesialis yang ditempatkan di berbagai daerah.

“Pemerataan tidak hanya soal jumlah, tapi juga kualitas. Dokter spesialis harus kompeten sesuai standar nasional dan internasional, serta tetap mengutamakan keselamatan pasien,” tandasnya.

Ia berharap kebijakan yang diinisiasi Mendagri Tito Karnavian tidak berhenti di tingkat regulasi semata, melainkan benar-benar diterapkan secara nyata oleh pemerintah daerah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Shintiya Yulia Frantika

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X