• Sabtu, 18 April 2026

Museum Rajekwesi Bojonegoro Jadi Magnet Wisata Edukasi, Siswa dan Warga Antusias Kunjungi Koleksi Fosil Bersejarah

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Selasa, 21 Oktober 2025 | 18:17 WIB
Museum Rajekwesi di Jalan Pahlawan Bojonegoro Resmi Dibuka, Sajikan Sejarah Lautan Purba Secara Nyata (Foto: bojonegorokab.go.id)
Museum Rajekwesi di Jalan Pahlawan Bojonegoro Resmi Dibuka, Sajikan Sejarah Lautan Purba Secara Nyata (Foto: bojonegorokab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Setelah resmi dibuka pada Senin (20/10/2025), Museum Rajekwesi Bojonegoro yang berlokasi di Jalan Pahlawan langsung menarik perhatian masyarakat luas.

Sejak hari pertama, museum tersebut ramai dikunjungi oleh pelajar dari berbagai sekolah serta warga yang ingin melihat secara langsung beragam koleksi sejarah dan fosil peninggalan masa lalu yang menjadi bukti kekayaan alam Bojonegoro di masa purba.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Bojonegoro, Kasi Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro, Damiati, menjelaskan bahwa Museum Rajekwesi kini dibuka untuk umum setiap Senin hingga Jumat mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

Baca Juga: Viral Kasus Timothy Anugerah Mahasiswa Unud, 6 Rekan Diduga Tak Empatik: Publik Desak Sanksi DO!

Menariknya, pengunjung tidak dikenakan biaya masuk alias gratis sehingga semua kalangan dapat menikmati fasilitas edukatif ini.

“Khusus untuk opening ini buka sampai malam hingga Rabu (22/10/2025),” ungkapnya.

Damiati menuturkan, museum ini dapat menjadi sarana pembelajaran yang bermanfaat bagi pelajar untuk menambah pengetahuan tentang sejarah Bojonegoro.

Baca Juga: Spekulasi Pelatih Baru Timnas Indonesia Memanas, Louis van Gaal Klarifikasi dan Kapadze Tersentuh Dukungan Fans Garuda

Melalui berbagai koleksi yang dipamerkan, siswa dapat memahami bagaimana perjalanan sejarah daerahnya dari masa ke masa.

Ia juga mengajak masyarakat untuk turut serta melestarikan sejarah dengan berkontribusi terhadap penambahan koleksi museum.

“Bagi masyarakat umum, jika menemukan fosil, stupa, atau benda bersejarah lainnya, dapat disimpan di museum agar bisa dilihat langsung oleh masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga: Bambang Pamungkas Minta Publik Introspeksi, Bukan Marah-Marah soal Gagalnya Garuda ke Piala Dunia 2026

Menurut Damiati, Bojonegoro pada masa lampau merupakan kawasan lautan dangkal. Kondisi tersebut menyebabkan banyak hewan laut yang terdampar dan membentuk fosil jutaan tahun kemudian.

Fosil-fosil itu kini menjadi bagian penting dari koleksi museum sekaligus menjadi bukti sejarah yang menjelaskan bagaimana wilayah Bojonegoro kaya akan sumber daya alam, termasuk minyak bumi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: bojonegorokab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X