• Sabtu, 18 April 2026

Pemkab Bangkalan Perkuat Ekonomi Kecamatan Klampis Lewat PBG, SLF, dan Usaha Lokal

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Rabu, 12 November 2025 | 05:15 WIB
Strategi Bangkalan Tingkatkan PAD: PBG dan SLF Jadi Kunci Pemberdayaan Ekonomi Lokal (Foto: bangkalankab.go.id)
Strategi Bangkalan Tingkatkan PAD: PBG dan SLF Jadi Kunci Pemberdayaan Ekonomi Lokal (Foto: bangkalankab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Bangkalan terus mendorong pembangunan ekonomi daerah dengan menggali potensi setiap kecamatan.

Langkah ini bagian dari upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mendorong pemerataan ekonomi hingga wilayah pedesaan.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Bangkalan, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Bangkalan kembali menegaskan komitmen tersebut melalui sosialisasi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) di Kecamatan Klampis, Selasa (11/10/2025).

Baca Juga: EJSC Bakorwil Malang Ajak Pemuda Jadi Motor Inovasi Hijau Lewat “Green Generation”

Kepala Dinas PRKP Bangkalan, Moh. Hasan Faisol, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar urusan administrasi perizinan, tetapi bagian dari strategi memperkuat basis ekonomi masyarakat di tingkat kecamatan.

“Pemerintah Kabupaten Bangkalan saat ini fokus menggali potensi ekonomi di setiap wilayah. Kecamatan seperti Klampis memiliki peluang besar untuk berkontribusi terhadap PAD, terutama melalui pengelolaan usaha dan pembangunan yang tertib serta berstandar teknis,” ujar Hasan Faisol.

Menurut Hasan Faisol, tren pertumbuhan PAD Bangkalan positif dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Forum Konsultasi Publik di Malang Bahas Layanan Inklusif, Pemprov Jatim Tekankan Pelaporan Hingga Level Terkecil

Target PAD Bangkalan pada 2021 berada di kisaran Rp250 miliar, sementara pada 2025 meningkat menjadi Rp400 miliar.

Ia mengingatkan, peningkatan PAD harus diimbangi pemerataan kontribusi dari semua sektor dan wilayah, karena sebagian besar PAD masih berasal dari RSUD Syamrabu yang terbatas untuk operasional kesehatan.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan RSUD Syamrabu. Karena itu, Bapak Bupati mengarahkan agar potensi PAD digali dari seluruh kecamatan. Salah satunya lewat sektor PBG, karena pembangunan yang tertib dan legal berpotensi besar meningkatkan nilai ekonomi daerah,” tegas Hasan Faisol.

Baca Juga: Peringati Hari Pahlawan, Grand Mercure Malang Mirama Apresiasi Orang Tua dan Wali Disabilitas sebagai Pahlawan Masa Kini

Dalam sosialisasi yang dihadiri pelaku usaha, perangkat desa, dan tokoh masyarakat Klampis, Hasan Faisol menekankan pemerintah tidak hanya menuntut kewajiban masyarakat, tetapi juga memberikan pendampingan agar usaha di kecamatan berkembang.

“Kami tidak ingin hanya menegakkan aturan, tapi juga memberikan solusi dan pendampingan. Tujuannya agar pelaku usaha merasa aman, nyaman, dan bisa berkembang. Karena kalau ekonomi di kecamatan tumbuh, otomatis PAD daerah ikut meningkat,” jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X