Melalui program ini, sekolah memiliki kesempatan untuk menampilkan keunggulan program secara luas dan transparan.
Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kepercayaan masyarakat dan memperkuat posisi sekolah sebagai tempat terbaik untuk mendidik generasi masa depan.
Pemkab Bojonegoro sangat mendukung program ini sebagai bentuk kolaborasi untuk mewujudkan SDM berkualitas di masa depan, tutup Bupati Wahono.
Agung Prijono, Kasi SMK dari Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Bojonegoro-Tuban, menyambut positif inisiatif DBS.
Ia menyebutkan bahwa dengan 103 SMA/SMK negeri dan swasta di Bojonegoro yang meluluskan sekitar 13.000 siswa setiap tahun, DBS menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas lulusan.
“Hal ini juga menjadi semangat baru bagi sekolah di Kabupaten Bojonegoro untuk bersaing secara sportif dalam menyampaikan keunggulan yang dimiliki masing-masing sekolah,” ujarnya.
Cabang Dinas Pendidikan juga telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mendukung transformasi pendidikan.
Di antaranya adalah pengembangan bursa kerja di SMK yang mengarahkan lulusan ke dunia kerja, serta program SMA Double Track yang menggabungkan pembelajaran akademik dengan pelatihan keterampilan praktis.
Program-program tersebut diharapkan memberikan kontribusi positif bagi pengembangan ekonomi daerah dan peningkatan kualitas SDM.
Abdul Qohar, Owner Blok Media Grup, menyoroti pentingnya pengembangan softskill di kalangan pelajar.
Menurutnya, DBS berpotensi menjadi wadah pembentukan keterampilan non-akademik yang sangat relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.