WartaJatim.CO.ID - Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Provinsi Jawa Timur menjadi momentum reflektif bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kemandirian fiskal di tengah pengurangan dana transfer dari pusat.
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jawa Timur, Dr. Puguh Wiji Pamungkas, yang menilai tantangan ini justru membuka peluang untuk melahirkan terobosan baru dalam tata kelola ekonomi daerah.
Menurut Dr. Puguh, pemangkasan dana transfer sebesar Rp 2,8 triliun tidak seharusnya dipandang sebagai hambatan, melainkan sebagai pemicu bagi Pemprov Jawa Timur untuk mengoptimalkan potensi lokal dan memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Baca Juga: Hunian Pekerja IKN Terbakar: Api Muncul dari Lantai 4, 700 Orang Direlokasi ke Tower Lain
“Saya yakin Jawa Timur mampu bangkit lebih kuat. Tantangan ini bisa menjadi momentum untuk berinovasi dan menemukan sumber-sumber baru PAD agar pembangunan tetap berjalan,” ujarnya pada Sabtu, 11 Oktober 2025.
Ia menegaskan, penyesuaian anggaran tidak boleh mengorbankan kualitas layanan publik.
Menurutnya, sektor-sektor vital seperti pendidikan, kesehatan, sosial, infrastruktur, dan pertanian tetap harus dijaga agar masyarakat tidak terdampak oleh perubahan fiskal yang terjadi.
“Pelayanan dasar tidak boleh berkurang. Justru di saat seperti ini, kreativitas dan kolaborasi perlu diperkuat,” tegasnya.
Dr. Puguh juga mendorong Pemprov Jatim untuk mengembangkan strategi baru dalam mengelola potensi daerah.
Optimalisasi BUMD, pengelolaan aset produktif, serta pajak di sektor industri dan pertambangan dinilai dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
“BUMD bisa menjadi motor penggerak ekonomi dan solusi konkret untuk memperkuat APBD. Dengan pengelolaan yang profesional dan transparan, saya yakin kontribusi BUMD terhadap PAD bisa meningkat signifikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, kekuatan Jawa Timur tidak hanya terletak pada sumber daya alamnya yang melimpah, tetapi juga pada ketangguhan masyarakatnya.