• Sabtu, 18 April 2026

Legislator Puguh Wiji Pamungkas: Tantangan Fiskal Harus Jadi Titik Balik Inovasi Jawa Timur

Photo Author
Arvendo Mahardika, Wartajatim.co.id
- Minggu, 12 Oktober 2025 | 05:23 WIB
Dr. Puguh Wiji Pamungkas menyerukan agar Jawa Timur menjadikan krisis fiskal sebagai pemicu lahirnya inovasi ekonomi daerah. (Foto: fraksipksjatim.id)
Dr. Puguh Wiji Pamungkas menyerukan agar Jawa Timur menjadikan krisis fiskal sebagai pemicu lahirnya inovasi ekonomi daerah. (Foto: fraksipksjatim.id)

WartaJatim.CO.ID - Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Provinsi Jawa Timur menjadi momentum reflektif bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kemandirian fiskal di tengah pengurangan dana transfer dari pusat.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jawa Timur, Dr. Puguh Wiji Pamungkas, yang menilai tantangan ini justru membuka peluang untuk melahirkan terobosan baru dalam tata kelola ekonomi daerah.

Menurut Dr. Puguh, pemangkasan dana transfer sebesar Rp 2,8 triliun tidak seharusnya dipandang sebagai hambatan, melainkan sebagai pemicu bagi Pemprov Jawa Timur untuk mengoptimalkan potensi lokal dan memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca Juga: Hunian Pekerja IKN Terbakar: Api Muncul dari Lantai 4, 700 Orang Direlokasi ke Tower Lain

“Saya yakin Jawa Timur mampu bangkit lebih kuat. Tantangan ini bisa menjadi momentum untuk berinovasi dan menemukan sumber-sumber baru PAD agar pembangunan tetap berjalan,” ujarnya pada Sabtu, 11 Oktober 2025.

Ia menegaskan, penyesuaian anggaran tidak boleh mengorbankan kualitas layanan publik.

Menurutnya, sektor-sektor vital seperti pendidikan, kesehatan, sosial, infrastruktur, dan pertanian tetap harus dijaga agar masyarakat tidak terdampak oleh perubahan fiskal yang terjadi.

“Pelayanan dasar tidak boleh berkurang. Justru di saat seperti ini, kreativitas dan kolaborasi perlu diperkuat,” tegasnya.

Baca Juga: AgenBRILink Aquila Salon Hadirkan Layanan Perbankan di Pelosok Kepulauan Mentawai, Permudah Warga Sioban Bertransaksi

Dr. Puguh juga mendorong Pemprov Jatim untuk mengembangkan strategi baru dalam mengelola potensi daerah.

Optimalisasi BUMD, pengelolaan aset produktif, serta pajak di sektor industri dan pertambangan dinilai dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

“BUMD bisa menjadi motor penggerak ekonomi dan solusi konkret untuk memperkuat APBD. Dengan pengelolaan yang profesional dan transparan, saya yakin kontribusi BUMD terhadap PAD bisa meningkat signifikan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kekuatan Jawa Timur tidak hanya terletak pada sumber daya alamnya yang melimpah, tetapi juga pada ketangguhan masyarakatnya.

Baca Juga: Legislator Kota Malang Rendra Masdrajad Safaat Berdialog dengan Lurah Dinoyo Bahas Persoalan Warga dan Potensi Ekonomi Sentra Keramik

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Arvendo Mahardika

Sumber: WartaJatim.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X