Baca Juga: Peresmian RSUD Ngantang: Meningkatkan Akses Kesehatan bagi Masyarakat Miskin di Kabupaten Malang
Total simpanan/tabungan yang dihimpun sampai dengan akhir Desember 2024 adalah sebesar Rp7,54 miliar atau tumbuh 7,69 persen yoy.
Di sisi industri dana pensiun, total aset dana pensiun per November 2024 menurun 0,89 persen yoy dengan nilai mencapai Rp225 miliar. Jumlah investasi sendiri mengalami kenaikan sebesar 3,88 persen yoy menjadi Rp209 miliar.
Kinerja intermediasi perbankan tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga. Pada Januari 2025, pertumbuhan kredit tetap melanjutkan double digit growth sebesar 12,63 persen yoy menjadi Rp104,87 triliun.
Baca Juga: Wheesung Tutup Usia: Jejak Karier dan Warisan Musiknya
Berdasarkan jenis penggunaan, kredit Investasi tumbuh tertinggi yaitu sebesar 25,40 persen, diikuti oleh kredit konsumsi 10,32 persen. Sedangkan kredit modal kerja 7,41 persen.
Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat tumbuh sebesar 4,69 persen yoy menjadi Rp101,02 triliun, dengan giro, tabungan, dan deposito masing-masing tumbuh sebesar 6,61 persen, 6,65 persen, dan 0,64 persen yoy.
Di tengah beragam tantangan ketidakpastian geopolitik global dan momentum tahun politik di dalam negeri, sepanjang tahun 2024 perkembangan Pasar Modal Indonesia tetap menunjukkan resiliensinya.
Hal tersebut ditunjukkan dengan tren positif pada berbagai indikator seperti stabilitas pasar, tingkat aktivitas perdagangan, jumlah penghimpunan dana, serta peningkatan jumlah investor ritel dengan pesat.
Jumlah investor pasar modal di wilayah kerja OJK Malang mencapai 297.815 Single Investor Identification (SID) pada Desember 2024 atau tumbuh sebesar 13,23 persen secara yoy dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 263.021 SID.
Sebanyak 99,86 persen dari total investor merupakan investor individu dan 34,68 persen diantaranya berdomisili di Kota Malang.
"Antusiasme investor ritel terhadap obligasi ritel negara masih cukup besar di tengah dinamisnya ekonomi domstik dan tingginya ketidakpastian global. Hal tersebut tecermin dari peningkatan SID Surat Berharga Negara (SBN) sebesar 19,05 persen dari posisi yang sama tahun sebelumnya atau mencapai 29.042 SID," urai Biger.
Jumlah nasabah reksa dana juga meningkat signifikan sebesar 164,27 persen secara yoy.
Artikel Terkait
Lomba Gotong Royong Kota Malang Memasuki Tahap Penilaian Lapangan, Arjowinangun Target Juara!
Wali Kota Malang Menjalani Hari Pertama Kerja dengan Kunjungan ke Polresta Malang Kota
Apel Perdana Wali Kota Malang: Wahyu Hidayat Siap Gas Pol untuk Pelayanan Terbaik
DPRD Kota Malang Gelar Rapat Paripurna: Bahas Empat Rancangan Peraturan Daerah untuk Optimalisasi PAD
Madyopuro Mangano: Event Kuliner yang Memperkuat Ekonomi dan Identitas Kota Malang di Pintu Masuk Kota