Saat ini, Reven Leather mempekerjakan sekitar 50 orang, yang mayoritas merupakan pemuda lokal. Galih menyebut keterlibatan tenaga muda menjadi kekuatan utama dalam memacu produktivitas dan inovasi di perusahaannya.
“Artinya karena tenaga kerjanya adalah tenaga muda, bisa membuka wawasan, membuka kemauan untuk pekerja tersebut, agar ketika masuk di level bekerja, otomatis otaknya kan dia bekerja. Beranilah istilahnya untuk gerak gitu. Inovasi-inovasi, kreasi-kreasi kan berarti kan muncul,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya publikasi dari media untuk membangun citra merek yang kuat, meskipun usahanya berbasis di desa.
“Kalau nanti akhirnya ter-publish di berbagai media, itu kan bisa jadi branding ya, corporate branding gitu,” ujarnya.
Baca Juga: Legislator Puguh Wiji Pamungkas Apresiasi Kinara, Duta Pariwisata Cilik yang Harumkan Jawa Timur
Selain itu, Galih ingin mengubah paradigma umum bahwa desa hanya tempat tenaga kerja, bukan tempat berkembangnya usaha. Kini, justru banyak warga kota yang tertarik bekerja di desanya.
“Stigmanya, kalau orang desa kerja ke kota, umumnya kan seperti itu. Nah, sekarang juga ternyata bisa kok, yang kota juga kerja ke desa,” katanya.
Galih menyebut tantangan awal adalah meyakinkan tenaga profesional kota untuk mau ikut membangun bersama di desa. Namun, dengan manajemen yang matang dan pendekatan progresif, hal itu bisa diatasi.
“Dengan penghargaan ini bisa menjadi trust buat kami, untuk mau bisa bangun desa bareng-bareng di sini,” pungkasnya.
Baca Juga: Kunjungi DPRD Jatim, Civitas Unjani dan Untag Bahas Isu Ketenagakerjaan Bareng Puguh Wiji Pamungkas
Dalam kunjungan tersebut, tim SMSI Malang Raya juga diajak melihat langsung aktivitas produksi di workshop Reven Leather. Galih mengungkapkan rencana untuk membuka tempat produksi baru khusus pengerjaan tas dan merchandise kulit karena meningkatnya permintaan pasar.
“Tempatnya tetap di sekitar sini, sekarang sementara untuk produksi di lantai 2 ini dulu,” ujarnya sambil menunjukkan lokasi produksi yang dipenuhi paket siap kirim ke berbagai kota di Indonesia.
Produk Reven Leather kini tak hanya dikenal di pasar dalam negeri, tetapi juga telah menembus pasar ekspor, seperti ke Malaysia dan Singapura, menandai kesiapan bisnis desa ini bersaing di level internasional.
(***)
Artikel Terkait
Bukan Main! SMSI Bawa Misi Besar Media Siber Lokal di Hari Kebebasan Pers Sedunia 2025
Sarasehan UMKM Milenial di Kota Batu oleh SMSI Malang Raya Dorong Kolaborasi dan Transformasi Digital Pelaku Usaha Muda
King Abdi Apresiasi SMSI Malang Raya: Punya Visi dan Semangat yang Sama untuk Majukan UMKM
Pesta Rakyat SMSI Malang Raya Hari Pertama Dipadati Ribuan Pengunjung, UMKM Panen Rezeki
SMSI Malang Raya Anugerahkan Penghargaan kepada Tokoh Inspiratif dan Mitra Daerah, Ini Daftarnya
Sukses Tembus Pasar Global, CEO Defix Garment Raih Penghargaan Tokoh Muda Inspiratif dari SMSI Malang Raya Award 2025
SMSI Jatim Gaet Kemendikdasmen untuk Perkuat Literasi Guru dan Siswa Lewat Kolaborasi