• Sabtu, 18 April 2026

Wali Kota Malang Apresiasi Tradisi Grebeg Suro dan Kirab Budaya di Lesanpuro dan Oro-Oro Dowo

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Senin, 14 Juli 2025 | 10:07 WIB
Suasana Grebeg Suro bersama Wali Kota Malang (Foto: malangkota.go.id)
Suasana Grebeg Suro bersama Wali Kota Malang (Foto: malangkota.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah di Kota Malang diwarnai dengan penyelenggaraan dua kegiatan budaya yang menyedot perhatian warga.

Masyarakat Kelurahan Lesanpuro dan Kelurahan Oro-Oro Dowo kompak menggelar Grebeg Suro dan kirab budaya sebagai bentuk pelestarian adat dan tradisi Jawa.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap inisiatif masyarakat dalam merawat budaya leluhur.

Baca Juga: Sinergi Tiga Pilar di Kecamatan Sukun Kuatkan Ketertiban Lingkungan dan Dorong Pembangunan

Tradisi Grebeg Suro dilaksanakan di area makam Mbah Ageng Semboedjo yang berada di wilayah Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang.

Acara tersebut diselenggarakan oleh warga setempat sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh yang diyakini berjasa bagi masyarakat sekitar.

Dalam prosesi Grebeg Suro, masyarakat menggelar doa bersama, kirab hasil bumi, serta menyampaikan harapan agar Kota Malang senantiasa diberkahi dan dijauhkan dari marabahaya.

Baca Juga: KAI Daop 8 Suguhkan Pengalaman Liburan Seru Bertema Schooliday di Stasiun Malang

Wahyu Hidayat menyampaikan, “Kegiatan seperti ini merupakan bagian dari identitas kita yang tidak boleh hilang. Tradisi ini harus kita rawat dan teruskan kepada anak cucu kita.”

Ia menambahkan bahwa pelestarian budaya seperti ini merupakan wujud dari semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat Kota Malang.

Sementara itu, di Kelurahan Oro-Oro Dowo, warga menyambut tahun baru Hijriah dengan menggelar kirab budaya yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme.

Baca Juga: Pemerintah Kota Malang Serahkan Aset Daerah untuk Dukung Sekolah Rakyat Kemensos RI

Dalam kirab tersebut, warga menampilkan berbagai hasil bumi, tumpeng, serta pameran motor antik yang dikolaborasikan dalam satu rangkaian arak-arakan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 13 Juli 2025 ini menyedot perhatian masyarakat dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga lansia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bridgeta Elisa Putri

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X