Selain itu, masyarakat juga dibekali pemahaman tentang cara mengenali indikasi munculnya praktik premanisme maupun radikalisme, serta strategi untuk menangkal penyebarannya di tingkat lokal.
Dayu menekankan bahwa keberhasilan dari upaya pencegahan ini sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, baik di lingkungan pendidikan maupun di tengah keluarga.
Ia mengajak para guru untuk menjadikan sekolah sebagai tempat yang aman dan kondusif dalam mendidik generasi muda agar terhindar dari bahaya penyalahgunaan narkoba dan paham intoleran.
Lingkungan keluarga juga diminta untuk menjadi benteng pertahanan awal dalam membentuk karakter dan kesadaran anak-anak terhadap pentingnya hidup sehat dan toleran.
Baca Juga: Laptop Penumpang Hilang di Bus Rosalia Indah, CCTV Rusak dan Korban Malah Disalahkan Petugas!
Pemerintah Kota Malang, lanjutnya, telah menyusun berbagai kebijakan mulai dari edukasi publik, fasilitasi layanan rehabilitasi, hingga menjalin sinergi kuat dengan aparat penegak hukum.
Dalam penutupannya, Dayu menyerukan agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, melainkan ikut aktif menjadi motor perubahan sosial, menyebarkan informasi yang benar, dan mendampingi individu yang membutuhkan dukungan. (gha)
Artikel Terkait
Pemkot Malang Tingkatkan Kewaspadaan dan Sinergi Antisipasi Potensi Konflik Sosial Jelang Iduladha 1446 H
Pemkot Malang Tegaskan Komitmen Tangani Anak Tidak Sekolah dengan Kolaborasi Pendidikan Berkualitas dan Dokumentasi Strategis
Pemkot Malang Maksimalkan Porprov IX Jatim 2025 untuk Promosi dan Pemberdayaan UMKM di Setiap Venue
Pemkot Malang Gelar Penyuluhan Hukum Tiga Hari bagi Warga Cemorokandang untuk Bangun Budaya Taat Aturan
Universitas Negeri Malang Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk 480 Siswa, Didukung Dua Menteri dan Pemkot Malang