• Sabtu, 18 April 2026

Wakil Bupati Malang dan Gubernur Khofifah Hadiri Apel Hari Santri Jawa Timur 2025, Tegaskan Peran Pesantren Perkuat SDM dan Persatuan Bangsa

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Rabu, 22 Oktober 2025 | 18:53 WIB
Gubernur Khofifah dan Wakil Bupati Malang Rayakan Hari Santri, Tekankan Peran Pesantren Bangun Peradaban Bangsa (Foto: malangkab.go.id)
Gubernur Khofifah dan Wakil Bupati Malang Rayakan Hari Santri, Tekankan Peran Pesantren Bangun Peradaban Bangsa (Foto: malangkab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Wakil Bupati Malang Dra. Hj. Latifah Shohib turut menghadiri Apel Peringatan Hari Santri Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 yang digelar di Pondok Pesantren An-Nur II Al Murtadlo, Kecamatan Bululawang, pada Rabu (22/10) pagi.

Kegiatan ini menjadi momentum istimewa yang mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia” dan dipimpin secara langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Malang, Apel Hari Santri tingkat provinsi tersebut juga dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur, Pangdam V/Brawijaya, Kapolda Jawa Timur, serta sejumlah kiai dan tokoh agama dari berbagai wilayah di Malang Raya.

Baca Juga: Sjafrie Sjamsoeddin Resmi Gantikan Budi Gunawan, Siap Rangkap Jabatan Menko Polkam dan Menhan

Seluruh peserta apel tampak khidmat mengikuti rangkaian kegiatan yang menjadi simbol penghormatan terhadap peran besar santri dalam perjalanan sejarah bangsa.

Dalam amanatnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan pentingnya meneladani semangat perjuangan para ulama dan santri yang tercermin dalam Resolusi Jihad.

Ia menegaskan bahwa sinergi antara ulama, umara, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keutuhan serta kedamaian bangsa.

Baca Juga: Telisik Tuntutan Aksi 'Blokir Semuanya' di Prancis, dari Kemelut Pajak hingga Tolak PM Loyalis Macron

“Basis dari persaudaraan di negeri ini adalah masyarakat yang senang hidup rukun, damai, tenteram. Maka yang mengganggu ketenangan dan kedamaian, mari bersama kita sampaikan pesan bahwa negara besar Indonesia membutuhkan kebersamaan untuk saling menjaga,” ujar Khofifah.

Gubernur Khofifah menekankan bahwa Jawa Timur memiliki sejarah panjang dan kontribusi besar terhadap perkembangan dunia pesantren.

Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai keislaman, kebangsaan, serta kemandirian yang tumbuh di pesantren menjadi pondasi utama dalam membentuk karakter masyarakat Jawa Timur yang religius dan berdaya saing.

Baca Juga: Hakim Tolak Gugatan Nadiem Makarim, Kasus Korupsi Chromebook Resmi Berlanjut ke Pengadilan Tipikor

Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjut Khofifah, memiliki komitmen kuat untuk memperkuat sumber daya manusia berbasis pesantren.

Hal tersebut diwujudkan melalui kebijakan yang berpihak kepada santri, salah satunya dengan lahirnya Peraturan Daerah (Perda) tentang Fasilitasi Pengembangan Pesantren pada tahun 2022.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: malangkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X