• Sabtu, 18 April 2026

Kecerdasan Buatan: Kunci Indonesia Menuju Pembangunan Berkelanjutan di Asia

Photo Author
Bridgeta Elisa Putri, Wartajatim.co.id
- Kamis, 20 Februari 2025 | 15:25 WIB
Pembangunan Indonesia dan Potensi Kecerdasan Buatan (Foto: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian)
Pembangunan Indonesia dan Potensi Kecerdasan Buatan (Foto: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian)

WartaJatim.CO.ID - Pemerintah Indonesia menunjukkan komitmen yang kuat dalam memanfaatkan potensi kecerdasan buatan (AI) untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) di kawasan Asia.

Dikutip WartaJatim dari laman Kementrian Ekonomi, Nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan tumbuh 9 kali lipat dari 2022 hingga 2045, dengan kontribusi sekitar 20% terhadap PDB, atau setara dengan Rp15.000 – 20.000 triliun.

“Indonesia telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam daya saing digital, dengan naik 13 peringkat dalam World Digital Competitiveness Ranking sejak 2019, dan kini berada di peringkat ke-43 pada 2024.

Selain itu, Indonesia juga naik tujuh peringkat dalam Global Innovation Index (GII), menempati peringkat ke-54 pada 2024,” ujar Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Pujo Setio,

Baca Juga: Anak Punk Bersitegang dengan Pengguna Jalan, Polisi Mengamankan 11 Orang

yang mewakili Deputi Bidang Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Ali Murtopo Simbolon, dalam keynote speech-nya pada seminar bertajuk “Exploring Artificial Intelligence Potential in Achieving Sustainable Development in Asia”, di Jakarta, Selasa (18/02).

Kecerdasan buatan diprediksi akan memberikan kontribusi kepada perekonomian global sebesar USD15,7 triliun pada 2030, dengan USD6,6 triliun berasal dari peningkatan produktivitas dan USD9,1 triliun dari sisi konsumsi.

Khusus untuk kawasan Asia Tenggara, AI diproyeksikan mampu meningkatkan PDB sebesar USD1 triliun pada 2030, dengan Indonesia berkontribusi hingga 40% atau setara dengan USD366 miliar.

Indonesia telah menyelesaikan Penilaian Kesiapan Artificial Intelligence (AI) menggunakan metodologi UNESCO's Readiness Assessment Methodology (RAM).

Langkah ini menjadi fondasi penting untuk memastikan kesiapan AI dalam mendukung SDGs secara inklusif dan bertanggung jawab.

Baca Juga: Polda Metro Jaya Kerahkan 2.802 Personel untuk Amankan Pelantikan Kepala Daerah di Istana Negara

“Kami berharap Indonesia dapat terus berinovasi dan menghadirkan AI yang canggih, kompetitif, dan adaptif di tingkat global.

Contohnya, Tiongkok telah menunjukkan kemajuan pesat dengan DeepSeek, yang menjadi penantang kuat dalam persaingan AI global,” tambah Sesdep Pujo.

Tak lupa, Indonesia juga aktif dalam negosiasi Digital Economy Framework Agreement (DEFA) di kawasan ASEAN.

Dengan DEFA, ekonomi digital ASEAN diperkirakan mampu tumbuh hingga USD2 triliun pada 2030.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bridgeta Elisa Putri

Sumber: Kemenko Perekonomian

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X