• Sabtu, 18 April 2026

Operasi Ketupat 2025: 93.000 Personel Polri Siap Amankan Arus Mudik dan Hari Raya Nyepi di Seluruh Indonesia

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Kamis, 13 Maret 2025 | 13:56 WIB
Operasi Ketupat 2025: 93.000 Personel Siap Amankan Arus Mudik di Seluruh Indonesia (Foto: humas.polri.go.id)
Operasi Ketupat 2025: 93.000 Personel Siap Amankan Arus Mudik di Seluruh Indonesia (Foto: humas.polri.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., mengumumkan bahwa Operasi Ketupat 2025 akan melibatkan sekitar 93.000 personel.

Dikutip WartaJatim dari laman Humas Polri, Operasi ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik di seluruh Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, pos terpadu, pos pengamanan, dan pos pelayanan akan tersebar di berbagai lokasi strategis.

Irjen Agus menekankan pentingnya pengelolaan titik-titik kritis, terutama pada saat puncak arus mudik, seperti H+2 Lebaran.

Baca Juga: Forum Konsultasi Publik RPJMD 2025-2029: Langkah Strategis Pemkab Bondowoso Menuju Pembangunan Berkelanjutan

“Jumlah personel selama operasi semua operasi ketupat ini sekitar 93.000 itu belum stakeholder lainnya, sehingga pada titik-titik kursial baik itu black spot, trouble spot tempat-tempat Itulah yang dikelola betul dijaga betul karena ini operasi ketupat pasti ramai,” ujar Kakorlantas Polri, Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum.

Tahun ini, tantangan tambahan muncul dengan adanya pengaturan arus lalu lintas yang bersamaan dengan Hari Raya Nyepi. Penutupan arus dari Banyuwangi menuju Ketapang dan Bali akan dimulai pada 28 Maret 2025.

Kakorlantas mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan kendaraan roda dua saat mudik. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan yang tinggi selama periode tersebut.

Baca Juga: Rapat Paripurna DPRD Kota Malang: Evaluasi Empat Rancangan Peraturan Daerah untuk Meningkatkan Pendapatan Daerah

“Kami semua mengharapkan untuk tidak mudik dengan roda dua ya karena rentan kecelakaan,” jelasnya.

Selain itu, kendaraan besar dengan sumbu tiga juga dilarang beroperasi di jalan tol dan jalan nasional selama Operasi Ketupat.

“Pemerintah melalui SKB operasional kendaraan besar sumbu 3 untuk tidak beroperasi selama operasi baik itu di jalan tol dan di jalan nasional,” tambahnya.

Baca Juga: Pembangunan Drainase di Kota Malang: Upaya Pemkot Menangani Genangan Air Sambil Melestarikan Lingkungan

Kakorlantas juga menekankan bahwa lalu lintas adalah cermin budaya bangsa.

“Lalu lintas itu adalah cermin budaya bangsa jadi mudik ini momentum memeriahkan kebangsaan kita bahwa kita tertib atau tidak kalau ini tertib aman nyaman bahagia pada saat mudik,” tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bridgeta Elisa Putri

Sumber: Humas Polri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X